Trudeau Maklumi Kanada Tak Dapat Prioritas Vaksin Covid

Associated Press, CNN Indonesia | Kamis, 26/11/2020 01:21 WIB
PM Justin Trudeau mengatakan warga Kanada tidak akan menjadi pihak yang pertama mendapat vaksin Covid-19 karena tidak memiliki kapasitas produksi massal. PM Kanada Justin Trudeau. (Foto: Dave Chan / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Justin Trudeau mengatakan warga Kanada akan mendapat vaksinasi Covid-19 awal 2021, atau lebih lambat dari negara produsen utama.

"Kanada tidak lagi memiliki kapasitas produksi domestik untuk vaksin," kata Trudeau pada konferensi pers, dikutip dari AFP.

"Kami dulu memilikinya beberapa dekade yang lalu, tetapi kami tidak lagi memilikinya," lanjut dia.


Sementara, kata Trudeau, "negara-negara seperti Amerika Serikat, Jerman, dan Inggris memiliki fasilitas farmasi domestik, itulah mengapa mereka jelas akan memprioritaskan membantu warga negara dulu."

Ia mengatakan dapat dimaklumi jika Kanada tidak dapat mendapat vaksinasi gelombang pertama, mengingat perusahaan farmasi akan lebih dulu mendistribusikan di dalam negeri.

"Tak lama kemudian mereka akan mulai menghormati dan memberikan kontrak yang mereka tandatangani dengan negara lain termasuk Kanada," kata Trudeau.

"Kami mengharapkan untuk mulai menerima dosis tersebut dalam beberapa bulan pertama di tahun 2021."

Kendati demikian, ia mengatakan bukan berarti rencana vaksinasi warga Kanada masih harus menunggu hingga semua orang di AS telah divaksin corona.

Hingga saat ini, Trudeau memaparkan telah membeli jutaan dosis dari kandidat vaksin corona dari sejumlah perusahaan farmasi.

"Sejak awal kami tahu akan ada tantangan karena tidak seperti Jerman, Amerika, dan Inggris, kami tidak memiliki kapasitas produksi massal untuk vaksin sehingga kami harus menemukan sumber yang lebih luas daripada sumber tersebut," tutur fia.

"Dan itulah yang kami lakukan dan kami bahkan dikritik secara internasional karena kami mendapat terlalu banyak akses ke vaksin," ujarnya.

Pada awal Agustus lalu, pemerintah Kanada telah menandatangani kesepakatan pembelian jutaan dosis vaksin dari Pfizer dan Moderna.

Data statistik John Hopkins University melaporkan hingga saat ini Kanada memiliki 346.013 kasus corona dengan 11.676 kematian.

(evn/evn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK