Turut Berduka, PM Netanyahu Sebut Maradona Sahabat Israel

CNN Indonesia | Kamis, 26/11/2020 14:45 WIB
PM Israel, Benjamin Netanyahu, turut menyampaikan duka cita atas meninggalnya legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (ABIR SULTAN / POOL / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Presiden Israel, Reuven Rivlin, turut menyampaikan duka cita atas meninggalnya legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona.

Keduanya menyebut Maradona sebagai sahabat sejati Israel.

"Anak saya, Avner, selalu memberi kami kabar secara berkala dari hasil pertandingannya. Atas nama seluruh rakyat Israel, saya menyampaikan bela sungkawa yang paling dalam atas kematian sahabat saya," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir The Times of Israel, Kamis (26/11).


Sedangkan Rivlin mengumpamakan Maradona sebagai seniman sepak bola yang membawa harapan dan kegembiraan kepada jutaan penduduk di dunia.

"Dia seorang legenda sepak bola yang kisahnya akan terus diceritakan. Kita yang pernah melihatnya bermain sepak bola dengan lincah, sulit dihentikan saat hendak mencetak gol. Semua pihak berterima kasih kepadanya," ujar Rivlin.

"Terima kasih atas segala kenangan yang tidak terlupakan, baik dalam suka maupun duka, atas seluruh harapan dan kegembiraan yang engkau hadirkan bagi jutaan orang di dunia. Saya menyampaikan ucapan bela sungkawa kepada seluruh penduduk Argentina dan seluruh penggemar sepak bola di manapun berada," lanjut Rivlin.

Maradona tercatat dua kali berkunjung ke Israel untuk menghadiri pertandingan dengan kesebelasan Argentina di Ramat Gan. Yakni pada 1986 dan 1994.

Anggota Partai Biru Putih Israel, Eitan Ginzburg, yang lahir di Argentina menyatakan turut berduka atas meninggalnya Maradona.

"Sebagai pimpinan kelompok Persahabatan Israel-Argentina, saya menyampaikan ucapan bela sungkawa untuk masyarakat Argentina atas kematian pria berbakat yang menjadi legenda semasa hidupnya," kata Ginzburg.

Politikus Arab-Israel yang juga anggota Partai Gabungan, Yousef Jabarin, mengatakan Maradona bukan hanya legenda sepak bola, tetapi juga seorang tokoh yang memperjuangkan keadilan.

"Dia bukan hanya atlet sepak bola yang andal, tetapi juga pejuang keadilan dengan sepenuh hati, dan teman sejati rakyat Palestina serta kelompok kiri di Amerika Latin. Kami semua akan merindukannya. Semoga kenangannya akan terus hidup," kata Jabarin.

Maradona meninggal dunia pada usia 60 tahun di rumahnya di Tigres, Argentina, karena mengalami henti jantung. Dia juga sempat dirawat di rumah sakit usai menjalani operasi otak.

Maradona pertama kali dirawat di rumah sakit pada 3 November lalu karena dugaan dehidrasi, anemia, dan depresi. Ia kemudian didiagnosis mengalami pembekuan otak dan harus menjalani operasi mendadak.

Operasi sebenarnya berjalan lancar. Namun pada Rabu, kuasa hukum Maradona, Matias Morla, mengonfirmasi bahwa kliennya itu sudah mengembuskan napas terakhir.

(The Times of Israel/ayp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK