Media Prancis Sebut RI Ingin Cepat Beli 48 Jet Tempur Rafale

CNN Indonesia | Jumat, 04/12/2020 17:17 WIB
Indonesia dan Prancis dilaporkan telah melakukan negosiasi pembelian 48 jet tempur Dassault Rafale. Jet tempur Dassault Rafale. (U.S. Air Force photo by Capt. Jason Smith)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia dan Prancis dilaporkan telah melakukan negosiasi pembelian 48 jet tempur Dassault Rafale.

Seperti dilaporkan media Prancis LA Tribune, Kamis (3/12) sejumlah sumber mengatakan negosiasi itu berjalan lancar.

Dalam kunjungan ke Prancis pada 21 Oktober, Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto menegaskan ketertarikannya pada pesawat tempur Dassault Aviation itu.


Menurut media itu, Indonesia ingin bergerak cepat, bahkan menginginkan kesepakatan tercapai sebelum akhir tahun. Sementara Prancis membutuhkan waktu untuk menyelesaikan kesepakatan dengan cara yang cermat.

"Jika pesanan ini terwujud, ini menjadi kabar baik bagi 500 perusahaan Prancis, yang bekerja untuk program Rafale. Ini sangat baik," kata Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly kepada BFM TV pada Kamis sore.

Indonesia terus berupaya memperbaiki Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) dalam negeri untuk memperkuat kinerja TNI. Berbagai alutsista berupa jet tempur, kapal selam, hingga kapal perang buatan luar negeri dibidik oleh Kementerian Pertahanan.

Selain Rafale, Indonesia juga membidik Sukhoi Su-35. Rencana Indonesia membeli 11 jet tempur buatan Rusia ini telah berlangsung sejak 2018 lalu. Bahkan rencananya Sukhoi SU-35 ini masuk ke Indonesia per 2019 lalu. Namun hingga kini pesawat jet tempur itu tak juga terparkir di Indonesia.

Kemudian F-16 Block 72 Viper, pesawat tempur canggih buatan Amerika Serikat dan juga jet tempur F-35.

Prabowo mengungkapkan ketertarikannya pada jet tempur Rafale saat melakukan lawatan ke Prancis pada 11 Januari lalu.

Dia dilaporkan tertarik membeli48 Jet Tempur Dassault Rafale. Harga per unit dari Jet Tempur ini berada di kisaran USD 115 juta atau setara Rp1,5 triliun per unitnya.

Jet tempur ini dirancang sebagai pesawat tempur yang berpangkalan di daratan maupun kapal induk. Rafale disebut bisa bermanuver hingga 11 G dalam keadaan darurat, dengan laju kecepatan pendaratan hingga 115 knot.

Rafale juga dilengkapi sistem bantuan-pertahanan terintegrasi bernama SPECTRA, yang bisa melindungi pesawat dari serangan udara maupun darat.

Sejumlah negara dikabarkan telah membeli jet tempur buatan Prancis ini yakni India, Libya, Inggris, dan Swiss.

(dea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK