Kasus Makar, Oposisi Kamboja Sam Rainsy Divonis 25 Tahun Bui

CNN Indonesia | Selasa, 02/03/2021 14:00 WIB
Pengadilan Kamboja menjatuhkan vonis 25 tahun penjara bagi tokoh oposisi, Sam Rainsy, dalam kasus makar. Tokoh oposisi Kamboja, Sam Rainsy. Pengadilan Kamboja menjatuhkan vonis 25 tahun penjara bagi Rainsy dalam kasus makar. (AP Photo/Virginia Mayo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengadilan Kamboja menjatuhkan vonis 25 tahun penjara bagi tokoh oposisi, Sam Rainsy, yang mengasingkan diri ke luar negeri.

Hakim menyatakan Rainsy terbukti bersalah dalam upaya makar untuk menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Hun Sen.

Dilansir AFP, Selasa (2/3), sidang vonis terhadap Rainsy dilakukan secara in absensia karena dia bermukim di Prancis sejak 2015, untuk menghindari ditangkap rezim pemerintahan Hun Sen.


Menurut Juru Bicara Pengadilan Phnom Penh, Y Rin, Rainsy divonis bersalah karena mencoba menggulingkan pemerintahan Kamboja pada 2019. Namun, dia tidak merinci lagi isi amar putusan hakim untuk Rainsy.

Selain hukuman penjara, hakim juga mencabut hak berpolitik Rainsy, yakni untuk memilih dan dipilih dalam pemilihan umum.

Hakim juga menjatuhkan vonis penjara in absensia antara 20 tahun sampai 22 tahun kepada istri Rainsy dan delapan politikus oposisi.

Menanggapi vonis itu, Rainsy mengatakan putusan hakim adalah cermin ketakutan pemerintah Kamboja. Dia mengatakan vonis itu bermuatan politis.

"Perdana Menteri Hun Sen takut jika saya kembali ke dunia politik Kamboja," tulis Rainsy melalui akun Twitter.

"Hun Sen juga menutup peluang pemilu yang bebas dan adil yang bisa mengakhiri rezim autokrasi," lanjut Rainsy.

Hun Sen adalah salah satu kepala negara dengan masa jabatan terpanjang di dunia, yakni sudah mencapai 36 tahun. Dia mempertahankan kekuasaan dengan cara memenjarakan sejumlah tokoh politik dan para aktivis.

Dia pernah menyatakan rencana Rainsy kembali ke Kamboja adalah bagian dari upaya kudeta.

Pada 2017 pemerintahan Hun Sen membubarkan dan melarang serta membubarkan Partai Penyelamatan Nasional Kamboja (CNRP) yang menjadi oposisi.

Dalam pemilihan umum pada Juli 2018, Partai Hun Sen menang telak. Setelah itu, aparat keamanan Kamboja menangkap para politikus dan aktivis oposisi.

Sebanyak 150 orang tokoh oposisi dan aktivis diadili hanya karena membagikan pesan dukungan terhadap Rainsy di media sosial.

Meski para politikus oposisi memilih kabur, tetapi tokoh utama yang menentang Hun Sen, Kem Sokha, tetap tinggal di Kamboja. Dia kini ditahan dan menjalani sidang dugaan makar yang tertunda sejak tahun lalu.

(ayp/ayp/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK