Singapura Siapkan Panduan Hidup Berdampingan dengan Covid

CNN Indonesia | Kamis, 24/06/2021 13:50 WIB
Singapura sedang menyusun peta jalan bagaimana hidup lebih normal bersama Covid-19 dengan harapan virus itu akan menjadi endemik seperti influenza. Ilustrasi Singapura. (tpsdave/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Singapura sedang menyusun peta jalan bagaimana hidup lebih normal bersama Covid-19 dengan harapan virus itu akan menjadi endemik seperti influenza.

Negara itu akan menyiapkan penduduk menghadapi virus corona sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari ketika tingkat vaksinasi meningkat.

Rencana tersebut diungkapkan para menteri yang memimpin gugus tugas penanganan Covid-19 Singapura.


Singapura sendiri telah memvaksinasi sekitar setengah dari 5,7 juta populasi dengan setidaknya satu dosis vaksin corona Pfizer-BioNTech dan Moderna.

Kecepatan vaksinasi Singapura memang relatif tinggi. Namun mereka lebih lambat dalam melanjutkan kegiatan sosial dan perjalanan, dibandingkan dengan wilayah lain dengan tingkat inokulasi serupa.

"Sudah 18 bulan sejak pandemi dimulai, dan orang-orang kami lelah berperang. Semua bertanya kapan dan bagaimana pandemi akan berakhir?" kata Menteri Perdagangan Gan Kim Yong, Menteri Keuangan Lawrence Wong dan Menteri Kesehatan Ong Ye Kung dalam sebuah opini di The Straits Times, Kamis (24/6) seperti dilansir Reuters.

Singapura memiliki aturan ketat yang mengatur pertemuan sosial, pemakaian masker, pelacakan kontak, dan perjalanan.

Dalam tulisan itu, para menteri tersebut berharap setidaknya dua pertiga dari populasi divaksinasi penuh dengan dua dosis menjelang Hari Nasional Singapura pada 9 Agustus. "Kami berusaha untuk mempercepat pengiriman vaksin dan juga prosesnya," ujar mereka.

Ketika target vaksinasi tercapai, pihak berwenang akan fokus memantau berapa banyak yang jatuh sakit.

Warga yang terinfeksi akan diizinkan dirawat di rumah, sehingga mengurangi beban fasilitas kesehatan yang sedang tertekan.

Selain itu, testing tidak hanya menjadi alat ukur untuk memagari dan mengkarantina orang, tetapi lebih untuk memastikan suatu acara, kegiatan sosial, dan perjalanan ke luar negeri dapat berlangsung dengan aman.

Warga Singapura akan dibolehkan melakukan perjalanan lagi setidaknya ke negara-negara yang juga mengendalikan pandemi di mana tes Covid-19 dan vaksinasi menghilangkan kewajiban akan karantina.

Berdasarkan data statistik Worldometer, hingga kini Singapura memiliki 62.470 kasus Covid-19 dan 35 kematian.

(dea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK