KILAS INTERNASIONAL

UGD Singapura Nyaris Penuh hingga Taliban Sebut Tak Ada ISIS

has, CNN Indonesia | Rabu, 22/09/2021 06:36 WIB
Berita internasional Selasa (21/9) diramaikan sejumlah kabar, mulai dari UGD Singapura nyaris penuh hingga Taliban mengklaim tak ada ISIS di Afghanistan. Ilustrasi. (iStock/Morsa Images)
Jakarta, CNN Indonesia --

Berita internasional Selasa (21/9) diramaikan sejumlah kabar, mulai dari unit gawat darurat di rumah sakit Singapura nyaris penuh akibat pasien Covid-19 hingga Taliban mengklaim tak ada ISIS dan Al-Qaeda di Afghanistan.

1. UGD Nyaris Penuh, Singapura Minta Pasien Covid Muda Isoman

Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung, meminta pasien Covid-19 yang masih muda dan telah mendapatkan vaksin penuh untuk dirawat di rumah mengingat kapasitas unit gawat darurat hampir penuh.

"Ini agar tempat tidur rumah sakit, layanan UGD, sampai kepada mereka yang paling membutuhkan. Kapasitas ICU kami masih bertahan, tetapi UGD dan bangsal umum hampir penuh," ujar Ong seperti dilansir Channel NewsAsia.


Kementerian Kesehatan Singapura menyatakan, beberapa rumah sakit umum di negara itu mengalami lonjakan pasien. Lonjakan ini dipicu peningkatan jumlah pasien yang dilarikan ke UGD karena mengalami gejala infeksi pernapasan ringan.

2. Pakar HAM PBB Sebut Victor Yeimo Kritis di Penjara Papua

Pakar Hak Asasi Manusia (HAM) PBB, Mary Lawlor, menyebut salah satu tahanan Papua, Victor Yeimo, kritis di sel penjara wilayah itu.

Para aktivis pun mendesak Indonesia untuk memberikan layanan medis memadai kepada aktivis kemerdekaan di Papua yang kini berstatus tahanan itu.

"Saya pernah melihatnya sebelumnya: Negara-negara tak memberikan perawatan medis bagi para pembela hak asasi manusia yang sakit dan dipenjara, yang mengakibatkan penyakit serius atau kematian," kata Lawlor seperti tertera di laman resmi PBB, Senin (20/9).

Victor Yeimo diadili oleh pengadilan Jayapura pada akhir Agustus lalu atas tuduhan pengkhianatan dan hasutan terkait protes anti-rasialisme dan penentuan nasib sendiri pada 2019 lalu. Yeimo membantah tuduhan itu.

[Gambas:Video CNN]

3. Taliban: Tidak Ada ISIS atau Al-Qaeda di Afghanistan

Taliban mengklaim tak ada lagi ISIS maupun Al-Qaeda di Afghanistan. Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, menyampaikan pernyataan ini beberapa hari setelah ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom di Jalalabad.

"Kami tidak melihat siapapun di Afghanistan yang ada hubungannya dengan Al-Qaeda. Kami berkomitmen pada fakta bahwa, dari Afghanistan, tidak akan ada bahaya bagi negara mana pun," kata Mujahid dalam konferensi pers di Kabul, sebagaimana dilansir Reuters.

Mujahid juga membantah tuduhan Al-Qaeda mempertahankan kehadirannya di Afghanistan. Ia berulang kali berjanji bahwa Afghanistan ataupun gerakan militan lainnya tidak akan menyerang negara lain.

"Pasukan keamanan Emirat Islam siap dan akan menghentikan mereka," tutur Mujahid.

[Gambas:Video CNN]

(has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK