5 Aktivis Papua yang Disebut PBB Jadi Target Kekerasan

rds, CNN Indonesia | Jumat, 24/09/2021 08:50 WIB
Veronica Koman hingga anggota suku Mee di pedalaman Papua Yones Douw masuk dalam daftar aktivis yang disebut PBB menjadi target intimidasi dan kekerasan. Victor Yeimo, salah satu aktivis Papua yang disebut PBB menjadi target intimidasi dan kekerasan. (Foto: CNN Indonesia/Giras Pasopati)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyinggung Indonesia soal dugaan intimidasi dan kekerasan yang diterima para aktivis hak asasi manusia (HAM), terutama yang vokal menyuarakan isu Papua.

Indonesia menjadi satu dari 45 negara yang masuk dalam laporan tahunan Dewan HAM dan Sekretaris Jenderal PBB yang rilis pada 17 September lalu.

Laporan itu menyoroti dugaan intimidasi hingga kekerasan yang diterima para aktivis yang membantu dan bekerja sama dengan PBB dalam hal penegakan hak asasi manusia di Indonesia.


Berikut daftar nama aktivis Indonesia yang disebutkan PBB menerima intimidasi dan kekerasan:

1. Veronica Koman

Veronica Koman merupakan pengacara dan advokat hak asasi manusia yang vokal menyuarakan isu Papua.

Veronica dikenal karena sejumlah advokasinya, terutama isu Papua, dan tak segan berkonfrontasi dengan pemerintah. Keberaniannya ini tak lepas dari rekam jejak pendidikan dan kariernya di lembaga advokasi HAM.

Namanya semakin dikenal setelah ditetapkan Polri sebagai tersangka kasus penghasutan pada 2019 lalu. Ia dijadikan tersangka setelah berkoar soal ujaran rasialisme di asrama mahasiswa Papua di Surabaya pada September 2019.

Lantaran posisinya yang berada di luar negeri, Veronica menjadi buron interpol lewat penerbitan red notice. Selain itu, adapula ancaman pembatalan paspor terhadap dirinya.

2. Victor Mambor

Victor merupakan wartawan senior sekaligus Pemimpin Umum Tabloid Jubi Papua di Jayapura.

PBB mengatakan Victor kerap menghadapi ancaman, pelecehan, intimidasi karena kerap meliput isu Papua dan Papua Barat.

Victor juga sempat mendapat teror orang tak dikenal pada April lalu. Mobil Victor dirusak ketika parkir di depan rumahnya.

Jubi sendiri dilaporkan sudah pernah menerima beberapa kali ancaman dan gangguan serupa.

Pelbagai teror itu di antaranya serangan digital, doxing, hingga penyebaran flayermelalui media sosial dengan konten yang menyudutkan media tersebut. Beberapa teror tak jarang juga berupa adu domba, dan tuduhan untuk mengkriminalkan Jubi maupun pribadi Victor

Tiga aktivis lain yang disebut PBB menerima intimidasi..., baca di halaman berikutnya




Aktivis hingga Masyarakat Adat

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK