Associated Press dan PBS Frontline melaporkan dalam liputan investigatif bahwa Rusia diduga menyelundupkan gandum Ukraina untuk membiayai invasi Presiden Vladimir Putin.
Operasi penyelundupan tersebut terdeteksi di kapal milik Suriah, yakni Laodicea. Operasi itu ditujukan untuk mencuri gandum Ukraina yang bernilai setidaknya US$530 juta (Rp8 triliun).
Sebagaimana diberitakan PBS, dana tersebut dapat digunakan Putin untuk menjalankan invasi di Ukraina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Associated Press menggunakan citra satelit dan data transponder radio laut untuk melacak 36 kapal yang membawa gandum dari wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia dengan lebih dari 50 kali pelayaran. Gandum tersebut dibawa ke Turki, Suriah, Lebanon, dan sejumlah negara lain.
Para reporter juga meninjau daftar pengiriman, memantau unggahan media sosial, pun mewawancarai petani, pengirim, dan pejabat perusahaan untuk menggali operasi penyelundupan ini.
Berdasarkan investigasi AP dan PBS, gandum dan tepung yang dibawa oleh kapal Laodicea berasal dari Kota Melitopol yang telah dikuasai Rusia sejak awal perang.
Dalam video di media sosial pada 9 Juli, tampak satu kereta berhenti di Melitopol Elevator, fasilitas penyimpanan gandum raksasa di kota itu. Terlihat pula gerbong kereta hijau bertuliskan logo perusahaan Rusia Agro-Fregat LLC.
Video di media sosial juga menunjukkan gerak gerik truk transportasi gandum mengarah ke area selatan Ukraina yang dikuasai Rusia. Truk ini memiliki logo "Z" yang notabene merupakan simbol pasukan Rusia.
Gerbong kargo perusahaan Agro-Fregat juga tampak di Kota Feodosia, Crimea. Dari citra satelit, tampak beberapa truk dan kereta berbaris kala gandum dipindahkan dari kapal.
Berdasarkan citra satelit pada 11 Juli, kapal Laodicea singgah di salah satu dermaga di Feodosia. Transponder radio kapal itu dimatikan.
Namun, kargo kapal itu terbuka dan diisi sebuah zat putih dari truk-truk yang mengantre di wilayah itu.
Dua pekan setelahnya, kapal itu tiba di Kota Tripoli, Lebanon, dan diklaim membawa gandum dari pelabuhan kecil Rusia di Laut Hitam.
Berdasarkan daftar pengiriman kapal yang didapatkan AP, pelabuhan yang dimaksud adalah Kavkaz, Rusia. Pengirim kargo tersebut adalah Agro-Fregat dan perusahaan pembelinya adalah Loyal Agro Co Ltd, toko grosir yang berpusat di Turki.
Ketika dihubungi, Agro-Fregat tidak merespons pertanyaan AP. Situs resmi perusahaan itu juga dihapus dan nomor telepon yang tercantum di situs mereka sedang dalam perbaikan.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
Jawaban dari Perusahaan Lebanon
Sementara itu, juru bicara Loyal Agro, Muhammed Cuma, menuturkan bahwa perusahaan mendapatkan kesepakatan dengan Rusia yang menyatakan tepung itu datang dari Rusia.
"Jika tepung itu dicuri, pemerintah Lebanon tak mungkin mengizinkannya [diimpor]," kata Cuma, dikutip dari PBS.
Namun, kapal Laodicea tak bisa memuat kargonya di Kavkaz. Ini disebabkan karena dermaga di pelabuhan itu dangkal dan tak mampu menjadi tempat singgah kapal Laodicea yang notabene memiliki panjang lambung kapal hingga 8 meter.
Sementara itu, dermaga di Pelabuhan Kavkaz hanya memiliki tempat untuk menampung lambung kapal hingga 5,3 meter.
Di sisi lain, pelabuhan Feodosia memiliki kedalaman yang dua kali lebih besar dari Kavkaz, membuatnya mudah menampung kapal-kapal besar.
Kapal Laodicea sendiri merupakan kapal kargo yang dioperasi perusahaan negara Suriah, Syriamar Shipping Ltd.
Jaksa veteran, David Crane, menilai bahwa Rusia memiliki keharusan untuk memastikan mereka menjaga warga sipil.
Rusia juga seharusnya tidak "merampas kemampuan warga untuk bertahan hidup dan memberi makan dirinya sendiri," kata Crane lagi.
"Itu murni penjarahan dan perampokan, itu juga merupakan pelanggaran hukum militer internasional," lanjutnya.
Jakarta, CNN Indonesia --
Associated Press dan PBS Frontline melaporkan dalam liputan investigatif bahwa Rusia diduga menyelundupkan gandum Ukraina untuk membiayai invasi Presiden Vladimir Putin.
Operasi penyelundupan tersebut terdeteksi di kapal milik Suriah, yakni Laodicea. Operasi itu ditujukan untuk mencuri gandum Ukraina yang bernilai setidaknya US$530 juta (Rp8 triliun).
Sebagaimana diberitakan PBS, dana tersebut dapat digunakan Putin untuk menjalankan invasi di Ukraina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Associated Press menggunakan citra satelit dan data transponder radio laut untuk melacak 36 kapal yang membawa gandum dari wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia dengan lebih dari 50 kali pelayaran. Gandum tersebut dibawa ke Turki, Suriah, Lebanon, dan sejumlah negara lain.
Para reporter juga meninjau daftar pengiriman, memantau unggahan media sosial, pun mewawancarai petani, pengirim, dan pejabat perusahaan untuk menggali operasi penyelundupan ini.
Berdasarkan investigasi AP dan PBS, gandum dan tepung yang dibawa oleh kapal Laodicea berasal dari Kota Melitopol yang telah dikuasai Rusia sejak awal perang.
Dalam video di media sosial pada 9 Juli, tampak satu kereta berhenti di Melitopol Elevator, fasilitas penyimpanan gandum raksasa di kota itu. Terlihat pula gerbong kereta hijau bertuliskan logo perusahaan Rusia Agro-Fregat LLC.
Video di media sosial juga menunjukkan gerak gerik truk transportasi gandum mengarah ke area selatan Ukraina yang dikuasai Rusia. Truk ini memiliki logo "Z" yang notabene merupakan simbol pasukan Rusia.
Gerbong kargo perusahaan Agro-Fregat juga tampak di Kota Feodosia, Crimea. Dari citra satelit, tampak beberapa truk dan kereta berbaris kala gandum dipindahkan dari kapal.
Berdasarkan citra satelit pada 11 Juli, kapal Laodicea singgah di salah satu dermaga di Feodosia. Transponder radio kapal itu dimatikan.
Namun, kargo kapal itu terbuka dan diisi sebuah zat putih dari truk-truk yang mengantre di wilayah itu.
Dua pekan setelahnya, kapal itu tiba di Kota Tripoli, Lebanon, dan diklaim membawa gandum dari pelabuhan kecil Rusia di Laut Hitam.
Berdasarkan daftar pengiriman kapal yang didapatkan AP, pelabuhan yang dimaksud adalah Kavkaz, Rusia. Pengirim kargo tersebut adalah Agro-Fregat dan perusahaan pembelinya adalah Loyal Agro Co Ltd, toko grosir yang berpusat di Turki.
Ketika dihubungi, Agro-Fregat tidak merespons pertanyaan AP. Situs resmi perusahaan itu juga dihapus dan nomor telepon yang tercantum di situs mereka sedang dalam perbaikan.
Lanjut baca di halaman berikutnya...
Jawaban dari Perusahaan Lebanon
Kapal ekspor gandum pertama Ukraina di masa perang. (via REUTERS/TURKISH DEFENCE MINISTRY)
Jawaban dari Perusahaan Lebanon
Sementara itu, juru bicara Loyal Agro, Muhammed Cuma, menuturkan bahwa perusahaan mendapatkan kesepakatan dengan Rusia yang menyatakan tepung itu datang dari Rusia.
"Jika tepung itu dicuri, pemerintah Lebanon tak mungkin mengizinkannya [diimpor]," kata Cuma, dikutip dari PBS.
Namun, kapal Laodicea tak bisa memuat kargonya di Kavkaz. Ini disebabkan karena dermaga di pelabuhan itu dangkal dan tak mampu menjadi tempat singgah kapal Laodicea yang notabene memiliki panjang lambung kapal hingga 8 meter.
Sementara itu, dermaga di Pelabuhan Kavkaz hanya memiliki tempat untuk menampung lambung kapal hingga 5,3 meter.
Di sisi lain, pelabuhan Feodosia memiliki kedalaman yang dua kali lebih besar dari Kavkaz, membuatnya mudah menampung kapal-kapal besar.