"Layout seperti ini tidak memenuhi persyaratan. Bukan alasan karena ini di pulau, tidak sesuai standar," kata Sidik saat simulasi pada Sabtu (4/2).
Sidik mengkritik celah di belakang bilik pemungutan suara sehingga orang dapat berjalan di belakang bilik. Ini akan menyebabkan pilihan dari pengguna hak pilih dapat diketahui orang lain.
"Simulasi ini pelajaran juga untuk semua, (baik) penyelenggara, pemilih, juga media. (Media) enggak boleh ambil gambar di belakang bilik suara," kata Dahliah.
Walau simulasi, Dahliah mengungkapkan, tempat untuk menggunakan hak pilih tidak boleh terbuka.
"Dalam membuat TPS, tempat untuk menggunakan hak pilih tidak boleh terbuka," ungkapnya.
Dahliah mengatakan simulasi dilakukan di 44 kecamatan dan dihadiri petugas di tingkat kelurahan.
"Kalau langsung praktek jadi jelas mana-mana yang potensi salah," tambahnya.
Setelah simulasi, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pulau Panggang untuk mengecek Daftar Pemilih Tetap (DPT) di kantor Kelurahan Pulau Panggang. (stu)