Berbeda dengan pesaing mereka di putaran kedua nanti, Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang dinilainya hanya bisa memberika janji tanpa ada bukti nyata.
"Basuki dan Djarot sudah tahu programnya apa sementara yang satu (pasangan Anies-Sandi) masih beretorika," kata Hasto di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (4/3).
Dua pasangan calon ini akan memperebutkan suara pemilih pasangan yang tidak lolos dalam putaran pertama, Agus Yudhoyono-Sylviana Murni. Perolehan suara pasangan 17,05 persen.
Hasto mengklaim, pemilih pasangan nomor urut satu itu mayoritas masyarakat berpenghasilan rendah. Mereka yang selama ini banyak menerima manfaat dari kebijakan Ahok-Djarot saat memimpin Jakarta.
Selain menggalang suara warga, pihaknya juga kata Hasto, telah mulai berkomunikasi dengan partai politik lainnya. Misalnya kata Hasto, baru-baru ini PDIP sudah menjalin komunikasi dengan Partai Amanat Nasional dan Partai Kebangkitan Bangsa yang mengusung Agus-Sylvi. (sur)