Perubahan Birokrasi, Alasan Nia Dinata Dukung Ahok-Djarot

Lalu Rahadian, CNN Indonesia | Rabu, 22/03/2017 14:39 WIB
Perubahan Birokrasi, Alasan Nia Dinata Dukung Ahok-Djarot Sutradara Indonesia Nia Dinata saat ditemui di Rumah Cemara 19, Jakarta, Rabu (22/3). (CNN Indonesia/Lalu Rahadian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sineas Indonesia Nia Dinata mengungkap alasannya mendukung calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Menurut Nia, Ahok-Djarot telah berhasil merombak mental birokrasi Pemerintah Provinsi ibu kota selama berkuasa. Perubahan mental itu terasa saat Nia membandingkan proses pembuatan filmnya di taman pada 2011 dan 2015 lalu.

Ia bercerita, saat produksi film Arisan 2 berjalan, 2011 lalu, ada kesulitan mencari lokasi taman untuk digunakan sebagai lokasi syuting.
Saat itu Jakarta dipimpin oleh Gubernur Fauzi Bowo. Nia mengatakan izin untuk menggunakan taman sebagai lokasi perekaman film masih rumit.


"Dulu saya waktu buat film arisan 2 tak ada adegan di taman walau di niatan awal ada. Karena sulit izinnya, saya harus ke dinas pertamanan, kemudian ke RW, mereka tidak berani kemudian dilempar ke tempat lain. Akhirnya batal saya pakai lokasi taman," ujar Nia di Rumah Cemara 19, Jakarta, Rabu (22/3).

Nia pun kembali mencoba peruntungan untuk syuting di taman pada 2015, saat memulai produksi film Ini Kisah Tiga Dara.
Cucu Otto Iskandardinata itu mengaku hendak menggunakan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) sebagai lokasi pengambilan gambar adegan musikal. Saat mengurus perizinan, Nia mengaku hanya butuh waktu satu hari untuk mendapat persetujuan penggunaan RPTRA sebagai lokasi syuting.

"Buktinya ada itu di film saya gunakan RPTRA Amir Hamzah. Saya pikir gila dari 2011 dan 2015 bisa begini, dalam empat tahun ada perubahan paradigma," ujarnya.

Nia pun berharap Ahok-Djarot dapat kembali terpilih sebagai pemimpin ibu kota di Pilkada 2017. Menurutnya, selain menguntungkan sineas, pasangan tersebut dianggap mampu menjamin keberagaman di ibu kota.
Nia bukan satu-satunya insan perfilman nasional yang mendukung Ahok-Djarot. Selain Nia, sineas atau insan perfilman lain yang mendukung Ahok-Djarot adalah Joko Anwar, Lukman Sardi, serta artis Luna Maya.

Pesaing Ahok, Anies Baswedan juga mendapat dukungan dari kalangan artis dan musisi seperti Panji Pragiwaksono dan Raffi Ahmad.