Anies Heran Ahok Tak Ikut Berpeci di Surat Suara Putaran Dua

Abi Sarwanto, CNN Indonesia | Kamis, 23/03/2017 17:41 WIB
Anies Heran Ahok Tak Ikut Berpeci di Surat Suara Putaran Dua Anies Baswedan mengaku heran Ahok tak ikut berpeci dalam surat suara putaran kedua. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan angkat bicara soal perubahan gaya calon wakil gubernur petahana Djarot Saiful Hidayat yang mengenakan peci di surat suara putaran kedua.

Anies mengaku senang langkahnya, yang mengenakan peci sejak awal, ditiru oleh Djarot di putaran kedua. Menurutnya, peci merupakan sebuah lambang kebangsaan.

Namun, Anies merasa heran lantaran hanya Djarot yang mengenakan peci tanpa diikuti pasangannya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.


"Saya malah heran yang satu (Ahok) kok enggak pakai ya. Kalau ini (peci) lambang kebangsaan harusnya pakai dong," ujar Anies di Senayan, Jakarta, Kamis (23/3).
Anies mengaku tak khawatir penggunaan peci oleh Djarot mengancam slogan 'coblos pecinya' yang telah digaungkan sejak putaran pertama.

Dia pun tak berencana mengubah slogan dan gayanya tersebut. "Kemarin kami ditanya mau diganti enggak? Kami yakin, nggak usah revisi kami tetap tampil otentik apa adanya," katanya.
Anies Heran Ahok Tak Ikut Berpeci di Surat Suara Putaran DuaDjarot tampil berpeci di surat suara putaran kedua. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Dihubungi terpisah, Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, Mardani Ali Sera mengatakan tak mempersoalkan penggunaan peci Djarot di surat suara pada putaran kedua.

"Pakai peci bagus, kan orang Islam Pak Djarot. Jadi kalau (slogan) kami masih tetap coblos pecinya," kata Mardani.

Mardani mengatakan hingga kini pihaknya belum berencana mengubah slogan yang selama ini telah digaungkan.

Dia meyakini warga Jakarta telah mengetahui lebih dulu slogan 'coblos pecinya' melekat pada Anies-Sandi. "Kami itu trendsetter, yang lain followers. Followers mah tidak diingat," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno mengatakan, perubahan foto pada surat suara sesuai dengan permintaan Djarot. Dia pun menyebut tidak ada masalah dalam perubahan desain di surat suara tersebut.

Sebelum memproses pencetakan, KPU DKI telah lebih dulu meminta persetujuan kepada masing-masing paslon terkait dengan desain surat suara.