Naik Motor Sport, Djarot Dijaga 100 Polisi di Kembangan Utara

Sisilia Claudea Novitasari, CNN Indonesia | Senin, 03/04/2017 14:36 WIB
Pengamanan ketat dilakukan karena pada kampanye putaran pertama, Djarot sempat diadang oleh sekelompok orang di Kembangan Utara. Djarot naik motor sport saat berkampanye di Kembangan Utara. (CNN Indonesia/Sisilia Claudea Novitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian memberikan pengawalan ekstra ketat kepada Djarot Saiful Hidayat saat blusukan di kawasan Kembangan Utara, Jakarta Barat, Senin (3/4). Djarot mendapat pengawalan dari 100 personel polisi atau setara dengan satu Satuan Setingkat Kompi (SSK).

Kapolres Jakarta Barat Komisaris Besar Roycke H Langie mengatakan jumlah 1 SSK sudah sesuai standar dengan mempertimbangkan potensi ancaman. 

"Kami punya SOP. Memang pengamanan harus dilihat dari potensi ancaman. Hal-hal itu menjadi dasar kami untuk menyiapkan personel," kata Roycke kepada wartawan.
Polisi memberikan pengawalan ketat karena pada kampanye putaran pertama, Djarot sempat diadang di kawasan tersebut, tepatnya di Kampung Baru.


Saat itu, Djarot disambut oleh massa yang mengatasnamakan warga Bampeng, Kembangan. Massa yang berjumlah sekitar 20 orang itu membawa sejumlah spanduk bertuliskan 'Hukum dan Pidanakan Ahok sang Penista Agama'.

Kejadian tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh kepolisian. Hasilnya, Naman Sanip yang merupakan salah seorang pengadang Djarot, diputus bersalah.
Naman divonis dua bulan penjara dengan masa percobaan empat bulan. Naman juga sudah menyatakan permintaan maafnya pada Djarot.

Kejadian itu tak terulang hari ini. Kampanye Djarot di Kembangan Utara berjalan lancar. Djarot justru disambut dengan hangat oleh warga sejak turun dari mobil ketika blusukan di Pasar Kemiri.

"Kalau yang pertama itu kan masih belum kenal, belum tahu. Saya masih ingat sama Pak Naman. Saya sudah baikan sama dia, enggak ada masalah," kata Djarot.

Tunggangi Motor CBR

Acara blusukan di Kembangan Utara juga diwarnai aksi yang tak biasa dari Djarot. Calon wakil gubernur nomor urut dua itu sempat membonceng motor sport milik salah satu pengawalnya.

Sementara Djarot naik motor, tim pemenangan dan petugas keamanan berlari mengejar agar tak ketinggalan.

Kejadian tersebut terjadi saat Djarot berkampanye di Pasar Kemiri dan akan pindang ke Kampung Witana. Seorang pengawal menawarinya untuk dibonceng motor.
"Pak naik motor saja, masih lumayan jauh tempatnya," kata salah satu pengawalnya. Djarot pun kemudian mengikuti usulan tersebut.

Di sepanjang perjalanan itulah para petugas keamanan mengimbanginya dengan berlari, termasuk Kapolres Jakarta Barat.
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK