Mahkamah Akui Jumlah Putusan Menurun

Sandy Indra, CNN Indonesia | Kamis, 18/09/2014 10:51 WIB
Mahkamah Akui Jumlah Putusan Menurun Ilustrasi suasana pengadilan.
Jakarta, CNN Indonesia -- Mahkamah Agung mengakui jumlah putusan pada tingkat kasasi dan penanganan peninjauan kembali terkendala. Menurut Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung, Ridwan Mansyur, penurunan jumlah putusan diakibatkan kekurangan jumlah pengadil di lembaga peradilan tertinggi itu.

"Apabila dibandingkan dengan jumlah putusan pada tahun lalu memang sedikit mengkhawatirkan," kata Ridwa kepada CNN Indonesia, Kamis (18/9).

Berdasarkan perhitungan Ridwan kisaran penurunan penanganan kasus di Mahkamah Agung sebanyak 20 persen apabila dibandingkan tahun lalu. Kamar Pidana, Perdata dan Agama merupakan ranah yang mengalami penurunan itu.


"Sementara mekanisme putusan di MA itu tak seperti di pengadilan tingkat sebelumnya, perlu kecermatan untuk menimbang semua putusan sebelumnya, sehingga butuh waktu untuk itu," katanya.

Hari ini, rencananya DPR bakal melakukan pemilihan terhadap lima calon hakim agung yang disodorkan Komisi Yudisial. Rencananya, kelima hakim itu akan menduduki kursi kosong dalam struktur hakim agung di Mahkamah. Jumlah hakim yang akan dipilih itu sebenarnya tidak ideal, sebab Mahamah Agung membutuhkan 10 hakim agung untuk mengisi kursi yang kosong itu.

"Saat ini banyak perkara dipastikan melakukan proses kasasi atau PK, terutama pidana khusus dan perdata. Jadi kehadiran hakim agung baru itu merupakan kebutuhan mendesak," kata Ridwan.

Saat ini jumlah hakim agung di mahkamah hanya berjumlah 52 orang. Rata-rata semuanya sudah memasuki masa pensiun. Sementara komposisi hakim agung ideal itu berkisar di jumlah 60 hakim. Oleh karenanya Ridwan berharap DPR mengerti betul kesulitan yang sedang hadapi Mahkamah Agung. Sebab masalah bakal bertambah tahun depan dengan adanya tiga hingga lima hakim agung lagi yang akan pensiun.

"Semua calon yang hari ini dipilih itu berasal dari hakim karir berpengalaman, jadi kami berharap bisa lulus banyak," katanya.