Lingkaran SBY

Tukang Cukur di Ring-0 Istana

Megiza, CNN Indonesia | Rabu, 22/10/2014 06:00 WIB
Lelaki asal Banyuresmi, Garut, ini ditunjuk sebagai tukang cukur kepercayaan presiden SBY, selama 10 tahun terakhir. Hanya Agus, pemangkas yang bisa menjamah helai demi helai rambut orang nomor satu di republik ini. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- ..Kkkkkriiiiiiiiiiinnnnnnnnngg!!! …krinngg!!! kring!

Suara panggilan masuk telepon genggam milik Agus Wahidin berdering berkali-kali. Pada sekitar awal 2013, lelaki berusia 47 tahun itu sedang tertidur pulas. Maklum, jam di dinding masih menunjukan pukul 03.00 dini hari.

“Saya angkat panggilan itu,” kata Agus saat menceritakan pengalamannya kepada CNN Indonesia, Jumat pekan lalu. Dari ujung telepon, seorang pria bernada tegas menyapa, “Pak Agus mohon segera ke rumah bapak presiden sekarang!”

Mendengar pesan itu, Agus mendadak tak lagi berasa kantuk. Ia lantas melompat dari ranjangnya yang hangat. Jaket dan peralatan cukur ia sambar. Tak pakai mandi Agus lalu mengebut motor bebeknya dari Jati Murni, Pondok Gede, ke arah Cikeas. Tempat kediaman pribadi Susilo Bambang Yudhoyono.

“Sesampainya di sana saya langsung diminta mencukur rambut pak presiden,” kata Agus. “Mendadak waktu itu karena Pak SBY ada acara penting pagi hari.”

Lelaki asal Banyuresmi, Garut, itu memang ditunjuk sebagai tukang cukur kepercayaan presiden SBY, selama 10 tahun terakhir. Pemangkas yang bisa menjamah helai demi helai rambut orang nomor satu di republik ini. “Saya tak pernah menyangka bisa jadi seperti sekarang,” kata Agus. Tatapannya tiba-tiba menerawang mengingat masa pertama ia ditunjuk sebagai pemangkas rambut presiden.

Agus bercerita bahwa ia tak sengaja apalagi bercita-cita bisa menjadi tukang cukur presiden Indonesia. Tawaran datang dari salah satu pegawai sekretariat presiden. “Pertamanya itu saya ditelepon Pak Suripto untuk nyukur Pak SBY. Waktu itu, saya disuruh standby jam 3 sore di Istana Presiden,” ujar Agus mengenang.

Saat itu kali pertama kakinya menginjak istana negara. Berseragam Paxi Barbershop -tempat Agus resmi bekerja- ia mengaku tidak sama sekali gugup. Meski beberapa kali para pengawal presiden mengingatkannya karena terlihat gugup. “Hasilnya, 15 menit kelar!” kata Agusdengan aksen sunda yang kental.

Rasa takjub justru menghinggapi Agus usai merapikan rambut sang presiden. Ia mengaku tak bisa tidur pada malam harinya. Dalam pikirannya berkecamuk, “Kok bisa saya nyukur Pak SBY? Mimpi atau bukan yang saya lakukan tadi.”

Agus saat berbincang dengan CNN Indonesia, di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.
Agus juga masih mengenang perbincangan dengan ibu negara, Kristiani Herawati atau yang akrab disapa Ani Yudhoyono. Menurut Agus, beberapa kali istri SBY itu memberikan saran mengenai model potongan suaminya. Sepulang dari istana saat kesempatan perdana itu,Agus mengaku tidak berharap lebih besar dari pengalaman hidup yang baru saja dicecapnya.

“Saya enggak mikir apa-apa. Enggak mengharapkan akan jadi tukang cukur Pak SBY terus. Saya enggak berharap akan dipanggil lagi. Sekali saja sudah bangga kalau buat saya,” ujarnya.

Dua pekan kemudian berselang. Seorang ajudan presiden menghubungi dan memintanya datang kembali ke Istana Presiden. Kali ketiga, keempat, kelima, hingga sebelum masa jabatan Presiden berakhir beberapa hari lalu. Kalau dirata-rata sudah 200 kali mencukur rambut Pak SBY. “Rutinnya dua pekan sekali, tapi paling lama jika kunjungan luar negeri paling lama sebulan,” katanya.


HALAMAN :
1 2