Dihubungi CNN Indonesia, Rabu (29/10) Ismail mengatakan bahwa cepat atau lambatnya prosedur pemblokiran bergantung pada kelengkapan bukti yang tertera pada surat laporan. "Asalkan buktinya jelas, kami bisa lakukan pemblokiran dengan cepat," ujar Ismail.
Ismail memberikan contoh tentang pemblokiran situs penjualan obat palsu beberapa waktu lalu. Menurutnya proses pemblokiran tersebut hanya memakan waktu tiga hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ismail menjelaskan beberapa prosedur yang harus dilewati dalam pengaduan pemblokiran situs. Menurut Ismail, pelapor harus mengirimkan surat pengaduan beserta kelengkapan bukti pada Dirjen Aplikasi Informatika.
Namun Ismail mengatakan proses pemblokiran situs obat obatan aborsi ini belum dilakukan.
"Saya belum cek ke Dirjen Aplikasi Informatika. Kami butuh dengan detil informasi kapan dan kepada siapa surat ini ditujukan. Jika sudah jelas, akan kami proses dengan cepat," ujar Ismail.
Sejak Selasa lalu, pihak kepolisian mengaku sudah berkirim surat ke Kementerian Komunikasi dan Informatika. Polisi meminta agar kementerian bekerja sama untuk menutup laman penjual obat aborsi di jaringan internet dalam negeri. Permohonan ini terkait penangkapan dua tersangka pebisnis daring obat penggugur kandungan.