Perbedaan itu, katanya, terdapat pada penekanan peran lebih Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam penanggulangan dan penanganan banjir.
"Tahun ini kita mulai sinergis. Mulai sekarang camat dan lurah lebih aktif dalam menangani banjir," kata dia menjelaskan saat ditemui CNN Indonesia di ruangannya, pada Kamis (20/11) sore.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"SKPD terutama yang tinggal di daerah rentan banjir sudah siap. BPBD juga sudah siap (antisipasi banjir)," kata dia.
"Jumlahnya sekitar 6 sampai 10 perahu karet, " kata dia. "Tinggal menunggu Lurah dan Camat untuk memakai atau tidak."
Berdasarkan data dari BPBD DKI Jakarta, ancaman banjir di wilayah DKI Jakarta terjadi pada bulan November hingga Februari 2015. Potensi banjir tersebar di 37 kecamatan, 125 kelurahan dan 634 Rukun Warga.
Jumlah penduduk yang sejauh ini terkena dampak banjir sebanyak 276.999 jiwa dengan jumlah pengungsi mencapai 122.417 jiwa.
Sementara itu, total kerugian akibat banjir di Jakarta dari Januari hingga Oktober 2014 mencapai Rp 5 triliun atau 30 persen dari total kerugian nasional akibat banjir.