KORUPSI ALIH FUNGSI HUTAN

KPK Gelar Rekonstruksi Kasus Annas Maamun di Riau

Gilang Fauzi | CNN Indonesia
Selasa, 25 Nov 2014 12:17 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi menggelar rekonstruksi kasus alih fungsi hutan di Riau. Rencananya bakal dilakukan di beberapa tempat. Gubernur Riau Annas Maamun resmi ditetapkan tersangka dugaan kasus penerima suap terkait alih fungsi hutan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Jumat (26/9). Hari ini KPK menggelar rekonstruksi di Riau. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi menggelar rekonstruksi kasus alih fungsi hutan di Riau. Rekonstruksi kasus yang menjerat Gubernur nonaktif Riau Annas Maamun itu rencananya bakal dilakukan di beberapa tempat.

"Kami baru tiba di Dinas Perkebunan Riau. Rekonstruksi akan divelar hari ini," kata pengacara Annas, Eva Nora saat dikonfirmasi CNN Indonesia, Selasa (25/11).

Eva mengatakan, rekonstruksi itu langsung melibatkan kedua tersangka pemberi dan penerima suap kasus alih fungsi hutan, yakni Annas dan pengusaha kelapa sawit Gulat Medali Emas Manurung.

Eva belum bisa merinci lokasi mana saja yang akan dijadikan sebagai tempat rekonstruksi. Namun menurut sumber yang diterima CNN Indonesia, rekonstruksi juga bakal dilakukan di di Kantor Gubernur Riau, dan Rumah Dinas Gubernur Riau.

KPK menetapkan Annas dan Gulat sebagai tersangka setelah mereka berhasil diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Kompleks Grand Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (25/9).

Dalam OTT itu diketahui, Annas disangka menerima suap senilai Rp 2 miliar dari Gulat berkaitan dengan proses alih fungsi hutan. Gulat memiliki perkebunan kelapa sawit seluas 140 hektare yang lahannya masuk kategori hutan tanaman industri (HTI). Suap itu diberikan sebagai jalan untuk mempermulus perubahan status menjadi lahan areal penggunaan lain (APL).

Barang bukti yang berhasil disita dalam OTT meliputi Sin$ 156.000 dan Rp 500 juta. Selain dugaan suap alih fungsi lahan, duit tersebut juga diduga merupakan bagian dari ijon proyek-proyek lainnya di Provinsi Riau.

Sebagai pihak penerima suap, Annas disangka melanggar Pasal 12 a atau Pasal 12 b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sementar Gulat sebagai pihak pemberi dijerat pasal 5 ayat 1 a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER