POLLYCARPUS BEBAS
Pollycarpus Dapat Banyak Tawaran Kembali Jadi Pilot
CNN Indonesia
Selasa, 02 Des 2014 13:23 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Kendati pembebasannnya menuai banyak perdebatan, ternyata usai dibebaskan bersyarat dari Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Pollycarpus Budihari Prijanto malah menuai banyak tawaran kerja. Mulai dari tawarkan kembali terbang bersama maskapai terdahulu, hingga ditawari membuka sekolah penerbangan telah diajukan kepada Polly.
"Papa sudah banyak ditawarin lagi. Ada yang minta Papa terbang lagi, bawa private jet, bikin airline baru, buat flying school sampai sempat juga ditawarin untuk membesarkan lagi Merpati," ujar Gad Pascalis kepada CNN Indonesia, Senin (1/12).
Dari kesemua tawaran itu, Gad mengatakan akan senang jika melihat ayahnya dapat kembali ke bangku kokpit pesawat. Namun, pria berusia 24 tahun ini mengaku lebih berharap sang ayah dapat membuka sekolah penerbangan. "Ya kalau bisa bikin flying school pastinya akan lebih senang lagi," katanya.
Gad, yang kini sedang meniti karir sebagai pilot di maskapai Citilink ini menceritakan, ketertarikan dirinya dengan kehidupan di balik kemudi pesawat mau tidak mau banyak terpengaruh dari ayahnya. "Salah satunya iya. Soalnya dulu, dari masih TK (Taman Kanak-Kanak), kalau naik Garuda suka diajak terbang di kokpit, ya gimana enggak senang jadi pilot?" aku Gad, tertawa.
"Papa sudah banyak ditawarin lagi. Ada yang minta Papa terbang lagi, bawa private jet, bikin airline baru, buat flying school sampai sempat juga ditawarin untuk membesarkan lagi Merpati," ujar Gad Pascalis kepada CNN Indonesia, Senin (1/12).
Dari kesemua tawaran itu, Gad mengatakan akan senang jika melihat ayahnya dapat kembali ke bangku kokpit pesawat. Namun, pria berusia 24 tahun ini mengaku lebih berharap sang ayah dapat membuka sekolah penerbangan. "Ya kalau bisa bikin flying school pastinya akan lebih senang lagi," katanya.
Gad, yang kini sedang meniti karir sebagai pilot di maskapai Citilink ini menceritakan, ketertarikan dirinya dengan kehidupan di balik kemudi pesawat mau tidak mau banyak terpengaruh dari ayahnya. "Salah satunya iya. Soalnya dulu, dari masih TK (Taman Kanak-Kanak), kalau naik Garuda suka diajak terbang di kokpit, ya gimana enggak senang jadi pilot?" aku Gad, tertawa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT