"Saya tetapkan hari ini yang berhak menyampaikan identitas korban yang sudah selesai dilaksanakan proses identifikasi adalah Tim Disaster Verification Identification (DVI) Rumah Sakit Bhayangkara Kepolisian Daerah Jawa Timur," ujar Soelistyo saat jumpa pers di Kantor Basarnas, Jakarta, Kamis (1/1).
Posko DVI ditetapkan sebagai sumber informasi utama lantaran lengkapnya informasi yang dimiliki, seperti daftar penumpang dan hasil identifikasi jenazah.
"Pertanyaan tentang nama dan jenis kelamin, sepenuhnya saya limpahkan ke DVI dengan nomor telepon (031) 8299949," ucapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Posko Basarnas dan Pangkalan Bun bertanggung jawab mengumumkan jumlah korban maupun barang (temuan) yang sudah terkonfirmasi," ucapnya. Sementara itu, Posko DVI Bhayangkara bertugas mengidentifikasi korban dan mengumumkannya.
Hingga saat ini, tim penyelamat telah menemukan sembilan jenazah korban di perairan Teluk Kumai, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Enam di antaranya telah berada di Surabaya. Dua lainnya kini tengah diterbangkan menuju Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo. Sedangkan satu lainnya, masih berada di Pangkalan Bun.
Sore tadi, Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jatim Kombes Pol Budiono mengumumkan seorang jenazah telah berhasil diidentifikasi dengan nama Hayati Lutfiah Hamid. Sementara lima orang lainnya masih dalam proses identifikasi.
Sebelumnya, pesawat QZ8501 mengalami kecelakaan nahas di Teluk Kumai, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, pada Minggu (28/12) pagi. Pesawat tersebut bertolak dari Surabaya menuju Singapura. Di tengah perjalan, burung besi tersebut sempat mengalami hilang kontak dengan menara pengontrol, yang kemudian dinyatakan hilang. (meg/sip)