Direktur Operasional SAR Posko Pangkalan Bun Marsekal Pertama Supriyadi, Senin (5/1), mengatakan empat kapal tersebut adalah Baruna Jaya I, Mahakarya Geo Survey (MGS), Jadayat, dan Andromeda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cuaca buruk dan gelombang tinggi jadi salah satu penyebab gagalnya penemuan kotak hitam. "Masih agak sulit karena gelombang masih 2 sampai 4 meter. Sementara angin bertiup 15 sampai 20 knot," kata Supriyadi.
"Kami sudah instruksikan kepada semua kapal yang lewat untuk menginformasikan kepada syahbandar terdekat jika menemukan puing pesawat," katanya.
Sementara itu Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lanud Iskandar, Lukman Soleh, mengatakan sepanjang hari ini cuaca di kawasan Pangkalan Bun dan barat daya Pulau Kalimantan berawan. Di beberapa titik bahkan ada awan kumulonimbus yang bisa membayakan penerbangan.
"Di sini sering hujan. Jadi untuk hari ini, waktu yang efektif untuk melakukan pencarian hanya pagi tadi," kata Lukman.
Sampai saat ini sudah 37 jenazah korban QZ8501 ditemukan. Pesawat nahas tersebut ditumpangi oleh 162 orang, terdiri dari 155 penumpang dan 7 kru termasuk pilot-kopilot.
Beberapa serpihan juga sudah ditemukan. Sementara bagian besawat yang berukuran besar sampai saat ini belum bisa diangkat. Tim SAR gabungan sejauh telah ini mendeteksi lima objek yang diduga bagian besar pesawat AirAsia QZ8501, denga ukuran masing-masing 18 x 5,4 x 2,2 meter; 12,4 x 0,6 x 0,5 meter; 9,4 x 4,8 x 0,4 meter; 7,2 x 0,9 x 0,5 meter; serta 9,8 x 1,1 x 0,4 meter. (sur/agk)