Evakuasi AirAsia

Empat Kapal Emban Tugas Khusus Cari Kotak Hitam QZ8501

Diemas Kresna Duta, CNN Indonesia | Senin, 05/01/2015 19:49 WIB
Empat Kapal Emban Tugas Khusus Cari Kotak Hitam QZ8501 Kapal Laut Mahakarya Geo Survey menjadi salah satu yang ditugaskan mencari kotak hitam. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama)
Pangkalan Bun, CNN Indonesia -- Empat kapal laut ditugaskan untuk fokus mencari kotak hitam pesawat AirAsia QZ8501. Kotak hitam itu diyakini masih menyatu di bagian ekor pesawat yang tenggalam di dasar laut.

Direktur Operasional SAR Posko Pangkalan Bun Marsekal Pertama Supriyadi, Senin (5/1), mengatakan empat kapal tersebut adalah Baruna Jaya I, Mahakarya Geo Survey (MGS), Jadayat, dan Andromeda.

Menurut Supriyadi, kapal-kapal itu memiliki teknologi sonar untuk mendeteksi kotak hitam di dasar laut. "Keempat kapal ini tugasnya mencari ekor pesawat, sementara (kapal) yang lain tetap mencari korban dan puing pesawat yang mengambang," kata Supriyadi di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.


Meski begitu, sampai hari kesembilan pencarian ini, kapal-kapal tersebut masih belum menemukan titik terang keberadaan kotak hitam dan ekor pesawat yang jatuh di Selat Karimata, Minggu (28/12).

Cuaca buruk dan gelombang tinggi jadi salah satu penyebab gagalnya penemuan kotak hitam. "Masih agak sulit karena gelombang masih 2 sampai 4 meter. Sementara angin bertiup 15 sampai 20 knot," kata Supriyadi.

Meski empat kapal ditugaskan mencari kotak hitam, Supriyadi memastikan operasi pencarian korban juga masih menjadi fokus Tim SAR gabungan. Untuk bisa mengoptimalkan operasi, Tim SAR telah menginstruksikan pada kapal laut yang melintas di Laut Jawa untuk melapor bila menemukan serpihan pesawat atau korban.

"Kami sudah instruksikan kepada semua kapal yang lewat untuk menginformasikan kepada syahbandar terdekat jika menemukan puing pesawat," katanya.

Sementara itu Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lanud Iskandar, Lukman Soleh, mengatakan sepanjang hari ini cuaca di kawasan Pangkalan Bun dan barat daya Pulau Kalimantan berawan. Di beberapa titik bahkan ada awan kumulonimbus yang bisa membayakan penerbangan.

"Di sini sering hujan. Jadi untuk hari ini, waktu yang efektif untuk melakukan pencarian hanya pagi tadi," kata Lukman.

Sampai saat ini sudah 37 jenazah korban QZ8501 ditemukan. Pesawat nahas tersebut ditumpangi oleh 162 orang, terdiri dari 155 penumpang dan 7 kru termasuk pilot-kopilot.

Beberapa serpihan juga sudah ditemukan. Sementara bagian besawat yang berukuran besar sampai saat ini belum bisa diangkat. Tim SAR gabungan sejauh telah ini mendeteksi lima objek yang diduga bagian besar pesawat AirAsia QZ8501, denga ukuran masing-masing 18 x 5,4 x 2,2 meter; 12,4 x 0,6 x 0,5 meter; 9,4 x 4,8 x 0,4 meter; 7,2 x 0,9 x 0,5 meter; serta 9,8 x 1,1 x 0,4 meter. (sur/agk)