"ELT ini kalau tenggelam di air tidak bisa didengar, karena dia bekerja di frekuensi radio. Kalau tidak salah (di frekuensi) 406 Mhz," kata pengamat penerbangan Indonesia, Gerry Soejatman, kepada CNN Indonesia, Senin (5/1).
Menurutnya, sinyal radio di frekuensi tersebut tidak bisa menembus air sehingga tidak dapat tertangkap oleh tim pencari. "ELT itu didesain untuk kalau pesawat jatuh di darat," kata Gerry.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, alat itu pun memerlukan alat khusus untuk dapat dideteksi. "Untuk di daerah yang terlalu banyak suara, gelombang sonar akan sulit dideteksi sehingga dibutuhkan alat khusus yang namanya Ping Locator. Alat ini biasanya ditarik di belakang kapal pencari."
Badan investigasi kecelakaan Perancis, atau BEA mengatakan kapal tim penyidik dilengkapi dengan perangkat deteksi akustik bawah air, berupa dua hydrophone.
Proses pencarian black box diperkirakan akan memakan waktu hingga satu minggu sejak tim tersebut tiba, sejak Kamis lalu (2/1). (meg/obs)