Saat ini, personel SAR Rusia diketahui telah membangun posko di Kantor Kecamatan Kumai, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. "Kami sudah bawa peralatan lengkap dan akan menerjunkan 22 penyelam dalam operasi ini," ujar Eduard di Pangkalan Bun, Selasa (6/1).
Dalam operasi pencarian pesawat AirAsia yang telah berlangsung selama 10 hari, Rusia sudah menerbangkan dua pesawat canggih yakni satu jet amphibi Beriev BE-200 dan satu pesawat pembawa logistik. (Baca: Basarnas Terjunkan 58 Kapal Laut dan Pesawat Hari Ini)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komandan SAR Mission Coordinator (SMC) posko Pangkalan Bun, Marsekal Pertama Supriyadi mengatakan, pesawat amphibi Rusia akan membantu pencarian kotak hitam yang disinyalir berada di wilayah selatan perairan Kalimantan Tengah. Pesawat tersebut akan membantu Kapal Laut Baruna Jaya I dan Mahakarya Geo Survey yang sudah ditugaskan mencari kotak hitam dan diyakini masih berada di bagian ekor pesawat AirAsia.
Pesawat AirAsia QZ 8501 hilang kontak tak lama setelah lepas landas dari Bandara Juanda, Surabaya, menuju Singapura, Ahad pagi, 28 Desember 2014. Sejumlah jenazah dan serpihan pesawat ditemukan dua hari kemudian, 30 Desember 2014.
Hingga kini, 13 jenazah yang ditemukan telah teridentifikasi. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur masih mengidentifikasi puluhan jenazah lain yang telah berada di Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya, Jawa Timur.
Tim evakuasi Senin malam (5/1) menemukan tiga penumpang AirAsia yang meninggal bersama kursi pesawat untuk tiga penumpang. (rdk/obs)