Menurut Direktur Prasarana Basarnas Laksamana Pertama Rudy Hendro, selama ini bantuan dari pihak swasta juga cukup membantu proses pencarian dan evakuasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BBM yang dipakai itu menurut Rudy bantuan dari Pertamina dan beberapa perusahaan minyak asing seperti Conoco Philips, Total dan beberapa perusahaan swasta lain. Bantuan itu menurut Rudi diberikan secara sukarela kepada Basarnas selaku koordinator Tim SAR gabungan.
Rudy enggan menyebut jumlah nominal anggaran yang selama ini sudah dikeluarkan. Ia optimistis pemerintah siap membantu jika nantinya dana operasi yang bersumber dari anggaran Basarnas telah habis di tengah operasi berlangsung.
"Kalau habis nanti kita bisa minta ke Pemerintah, DPR juga sudah berkomitmen mau membantu," katanya. Apalagi menurut Rudy masih ada dana cadangan di rekening Bencana Alam 99 milik Kementerian Keuangan. "Basarnas bisa memakai (dana) itu," ujar Rudy.
Sudah sepekan lebih misi pencarian dan evakuasi sejak AirAsia QZ8501 rute Surabaya - Singapura jatuh di perairan Pangkalan Bun, Minggu (28/12) lalu. Sejauh ini belum ada pernyataan terkait pembatasan waktu pencarian. Apalagi mayoritas korban belum ditemukan. Badan utama pesawat dan kotak hitam yang bisa mengungkap misteri penyebab jatuhnya pesawat juga belum ditemukan.