“Kokpit pesawat, badan pesawat, dan sisa ekor pesawat diduga tersebar di perairan. Tapi harus dipastikan lebih dulu,” kata Kepala Basarnas Marsekal Madya FH Bambang Soelistyo di Kantor Pusat Basarnas, Kemayoran, Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Umumnya kecepakatan arus di bawah 2 knot masih aman untuk menyelam, tapi ini bisa dikonfirmasikan lagi ke para penyelam karena saya kurang tahu pasti kecepatan arus yang aman berapa,” ujar Soelistyo.
Prioritas para penyelam dari Basarnas dan TNI AL adalah untuk menemukan kotak hitam dan korban AirAsia QZ8501. Sampai saat ini korban yang sudah ditemukan berjumlah 40 dari total 162 orang yang berada di pesawat nahas itu. Dengan demikian, masih ada 122 korban yang belum ditemukan.
Kapal MGS sebelumnya telah diperintahkan Basarnas untuk menuju lokasi objek temuan yang belum terkonfirmasi bentuknya. Dari lima objek yang ditemukan di perairan Laut Jawa sebelah barat Pangkalan Bun, baru satu yang berhasil diidentifikasi Tim Gabungan, yakni ekor pesawat QZ8501. (agk)