"Kami siap, sumberdaya Jaksa Pengacara Negara memadai, kita sudah banyak juga melakukan advokasi," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Tony Spontana kepada CNN Indonesia, Kamis (8/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Ahok mendatangi Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait permohonan bantuan ini. Menurut Tony, Ahok bertemu Jaksa Agung M Prasetyo, Rabu sore (7/1) sekitar 15.00 WIB. Jaksa Agung didampingi oleh Jaksa Agung Muda bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Noor Rochmad.
Jaksa Pengacara Negara selanjutnya akan duduk bersama Biro Hukum Pemprov DKI untuk menginventarisir masalah mana yang akan ditangani lebih dulu. Pasalnya ada banyak masalah dalam sengketa aset ini. "Aset yang disampaikan Pak Ahok beragam dengan kesulitan masing-masing sehingga nanti akan diinventarisir dan dilakukan pengkajian," ujarnya.
Tony juga menegaskan, posisi Jaksa Pengacara Negara dalam hal ini tidak akan sepenuhnya menggantikan pengacara dari Biro Hukum Pemerintah Provinsi. Pengacara dari kedua pihak ke depannya akan berkolaborasi satu sama lain untuk menyelesaikan sengketa-sengketa ini.
Apalagi jika menggunakan Jaksa Pengacara Negara, biaya yang harus dikeluarkan Pemprov DKI lebih murah dibandingkan menggunakan jasa pengacara swasta. "Kalau ada pengacara negara kenapa tidak?" katanya. (sur/sur)