"Semua sangat mengejutkan. Saya tidak menyangka sampai begini. Sebelumnya tidak pernah ada berita bahwa beliau mengarah jadi tersangka. Tiba-tiba seperti petir di siang bolong muncul berita ini," kata Agung saat ditemui di Kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Jalan Anggrek Nelly, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (13/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Agung, ia tidak bisa menilai apakah Jokowi salah atau tidak dalam memilih Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri. Namun, semua prosedur sudah sesuai undang-undang. “Kalau memang ada sesuatu yang menjadi temuan atau kesimpulan KPK itu soal lain lagi.”
"Penyidik menemukan transaksi tidak wajar. KPK telah melakukan penyelidikan sejak Juli 2014," kata Abraham dalam jumpa pers di kantor KPK, Selasa (13/1).
Budi diusulkan sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Sutarman yang akan selesai masa tugasnya pada Oktober 2015 mendatang. Surat penunjukan Kepala Lembaga Pendidikan Polri telah dilayangkan oleh Presiden Joko Widodo, pada Jumat (9/1) lalu. (obs)