Kedatangan Budi saat itu hanya selang beberapa menit setelah petugas Polsek Pancoran tiba untuk melakukan penjagaan. Sedikitnya lima orang aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Pancoran, Jakarta Selatan, dikerahkan untuk mengamankan rumah Budi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasar pantauan CNN Indonesia, sejumlah pewarta dan juru foto tampak memadati jalan di depan rumah Budi, Jalan Duren Tiga Barat VI Nomor 21, Jakarta Selatan.
Anggota Komisi Hukum DPR dari Fraksi PKS M Nasir Djamil sempat mengatakan komisinya ingin mengenal lebih dekat dengan keluarga Budi Gunawan.
Budi diusulkan sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Sutarman yang akan purna tugas pada Oktober 2015 mendatang. Surat penunjukan Kepala Lembaga Pendidikan Polri telah dilayangkan oleh Presiden Joko Widodo, pada Jumat (9/1) lalu.
Namun pemilihan tersebut menuai kontroversi banyak pihak. Alasannya, Budi disebut-sebut tersandung kasus rekening gendut. Budi tercatat memiliki harta kekayaan senilai total Rp 22,65 miliar per 26 Juli 2013. Jumlah tersebut bertambah lima kali lipat dibanding catatan harta lima tahun lalu, 19 Agustus 2008 yang berjumlah Rp 4,68 miliar.
Berdasarkan catatan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK atas nama Budi Gunawan yang diakses CNN Indonesia, Sabtu (10/1), harta tersebut terdiri dari harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan, harta bergerak berupa alat transportasi, serta harta lainnya.
Penambahan harta terjadi berupa tanah dan bangunan sebanyak Rp 18,79 miliar dari Rp 2,74 miliar tahun 2008 menjadi Rp 21,53 miliar pada tahun 2013.
Selain itu, Budi tercatat memili sebuah mobil Nissan Juke, satu unit mobil Mistsubishi Pajero Sport, dan sebuah mobil Nissan Teana. Dia juga memiliki dua unit motor.
Sebelum menjabat sebagai Kepala Lemdik Polri, Budi menduduki posisi Kapolda Bali. Dia juga pernah menjadi Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri pada tahun 2010-2012. Tahun 2009-2010 Budi menjabat Kepala Divisi Pembinaan Hukum Polri.
Budi disebut dekat dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri setelah pernah menjadi ajudan saat Mega menjadi Presiden tahun 2001-2005. (meg/obs)