Menurut Deputi Pencegahan KPK Johan Budi Sapto Pribowo, persoalan yang dipaparkan PDIP bukan hanya menyangkut seorang Abraham Samad sebagai pemimpin KPK, tapi juga menyinggung KPK secara kelembagaan.
Johan mengatakan, klarifikasi soal Samad amat penting. "Apalagi ini adalah lembaga KPK. Meskipun yang terlibat Ketua KPK, tentu KPK ikut disinggung di sana," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tindak lanjut, menurut Johan, akan dilakukan selama tudingan atau laporan didukung oleh bukti dan dokumen yang valid.
Mantan Juru Bicara KPK itu menyatakan setiap orang berhak membeberkan sesuatu asal disertai fakta-fakta pendukung. "Selama tidak bertujuan mendiskreditkan orang, siapapun boleh melakukan apapun," ujar Johan.
Artikel 'Rumah Kaca Abraham Samad' ditulis oleh pihak yang mengaku bernama Sawito Kartowibowo. Ia menyebut Samad kerap bertemu petinggi PDIP menjelang Pemilu 2014 karena mengincar posisi calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo. Namun kemudian yang menjadi cawapres mendampingi Joko Widodo ternyata adalah Jusuf Kalla.
Samad sendiri, Rabu (21/1), membantah isi artikel 'Rumah Kaca Abraham Samad' tersebut. "Itu tidak benar," ujarnya singkat kepada CNN Indonesia. (sur)