Usai Libur, Basarnas Fokus Evakuasi Korban di Badan Pesawat

Utami Diah Kusumawati, CNN Indonesia | Jumat, 30/01/2015 09:03 WIB
Usai Libur, Basarnas Fokus Evakuasi Korban di Badan Pesawat Basarnas dan perwakilan tim DVI, AirAsia, dan keluarga dalam konferensi pers di Kantor Basarnas Pusat, Jakarta, Rabu (28/1). (CNN Indonesia/ Lalu Rahadian).
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah beristirahat selama dua hari, tim Badan SAR Nasional (Basarnas) akan kembali fokus bekerja keras dalam operasi evakuasi dan pencarian jenazah AirAsia QZ8501, Sabtu (30/1) besok. Sebanyak 27 personel penyelam Basarnas akan diterjunkan dalam operasi evakuasi tersebut.

Jumlah tersebut jauh menurun akibat adanya pengurangan sebanyak 83 personel penyelam dari Tentara Nasional Indonesia (TNI). "Kami akan menuju sektor prioritas II operasi untuk fokus pada pencarian jenazah di bodi pesawat," kata Direktur Operasi Basarnas Marsekal Muda SB. Supriyadi saat dihubungi CNN Indonesia, Jumat (30/1).

Pada Rabu lalu, Basarnas menjawab pertanyaan publik dengan menginformasikan operasi pencarian tidak akan dihentikan. Namun, akibat kondisi regu operasi yang memburuk, pencarian ditunda selama dua hari.


"Operasi tidak dihentikan. Operasi masih tetap dilakukan dengan waktu dua hari jeda untuk mengisi bahan bakar dan menyegarkan diri," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya F Henry Bambang Soelistyo di Gedung Basarnas, Jakarta, Rabu lalu.
Pernyataan pihak Basarnas tersebut mendapatkan respon hangat dari keluarga korban, di mana beberapa dari mereka masih mengungkapkan adanya harapan untuk bisa melihat sisa peninggalan orang terdekat.

Selain harapan pada Basarnas, Lukas Joko, salah satu keluarga korban, juga menyatakan keinginannya agar pihak PT Indonesia AirAsia terus mengawasi operasi pencarian jenazah QZ8501.

"Kami minta AirAsia untuk mengikuti jalannya operasi hingga Basarnas menutup operasi nantinya," ujar Lukas kepada CNN Indonesia.
Supriyadi kemudian mengatakan tim penyelam akan memulai pencarian pada pukul 06.00 Waktu Indonesia Barat (WIB). Dua kapal akan diterjukan membawa regu penyelam, yakni KN SAR Purwerejo 1 dan KN Pacitan.

Sementara itu, salah satu kendala pencarian, katanya, masih pada cuaca yang buruk. Kedalaman penyelaman diperkirakan mencapai hingga 28 hingga 30 meter, dengan jarak pandang hingga maksimal 3 meter.

"Kami akan lihat saja, jarak pandang yang kemungkinan terbatas dan lain-lainnya. Kami akan berangkatkan tim jam 6 kalau cuaca baik," ujar dia.

Sementara itu, Kapten Laut (P) Edy Tirtayasa dari Komando Pasukan Katak Detasemen IV mengatakan sebanyak 83 personel TNI kini tengah dirawat di ruang khusus TNI Angkatan Laut (TNI AL).

"Meskipun tak semuanya terkena dekompresi, namun mayoritas mengalami penumpukan nitrogen dalam darah. Mereka mesti dirawat di ruang khusus agar kembali normal," kata dia.

Meskipun demikian, dia menyatakan kesiapan timnya seandainya ditarik kembali ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

"Kami penyelam pihak TNI menunggu komando apapun dari Panglima TNI," ujar dia. (utd/sip)