Taufiequrachman Ruki: Tidak ada konflik antara KPK dan Polri

Lalu Rahadian & Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Jumat, 20/02/2015 19:58 WIB
Pelaksana tugas Ketua KPK Taufiequrachman Ruki mengatakan hanya ada kesalahpahaman masyarakat atas kondisi hubungan KPK dan Polri selama ini. Taufiequrachman Ruki (kanan), Johan Budi (kiri) dan Indriyanto Seno Adji (belakang) sebelum dilantik sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Pimpinan KPK di Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/2). (CNN Indonesia/ Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelaksana tugas Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru dilantik Jumat (20/2) pagi tadi, Taufiequrachman Ruki, menegaskan tidak ada konflik yang terjadi antara lembaga yang ia pimpin dengan Polri hingga saat ini. Menurut Ruki, selama ini terjadi kesalahpahaman masyarakat terkait kondisi yang ada di kedua lembaga penegak hukum tersebut.

"Tidak ada konflik antara KPK dengan Polri. Kalau ada saya pasti terjepit posisinya. Satu sisi saya Purnawirawan Polri, sisi lain saya mantan pimpinan KPK Jilid I. Dari penjelasan saya menemukan tidak ada konflik KPK dengan Polri. Yang ada hanyalah friksi antara kedua lembaga dalam menjalankan tugasnya masing-masing," ujar Ruki di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (20/2).

Menurut Ruki, hubungan antara KPK dan Polri sebenarnya justru begitu dekat. Ia menjelaskan, saat pertama kali KPK dibentuk pendidikan terhadap para penyidik lembaga tersebut dilakukan di Akademi Kepolisian. Selain itu, beberapa Komisaris Besar dan Brigadir Jenderal di kepolisian juga diketahui ada yang merupakan alumni dari penyidik KPK.


"Hubungan Polri dengan KPK itu sudah sedemikian mesranya. Walaupun hampir setiap periode (kepemimpinan) ada anggota Polri ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Jilid pertama KPK itu, penyidik kami menjalani pendidikannya di Akpol, loh. Sekarang, mereka jadi aktor penting bagi KPK. Mereka jadi kunci bagi KPK dalam menangani beberapa kasus korupsi. Saya juga melihat beberapa Kombes dan Brigjen itu adalah alumni KPK," ujar Ruki menjelaskan.

Ruki diketahui datang ke Mabes Polri bersama Adnan Pandu Praja dan satu Plt Pimpinan KPK lainnya, Indrianto Seno Adji sejak sore tadi. Dalam pertemuan antara petinggi KPK dan Polri tersebut berlangsung pembahasan mengenai kebutuhan penyidik oleh KPK, putusan sidang praperadilan, dan permasalahan hukum yang diduga menjerat penyidik KPK beberapa hari belakangan.

Sementara itu. Wakapolri Komjen Badrodin Haiti juga menyambut kedatangan para pimpinan KPK dengan positif. "Kami membicarakan kerangka penyelesaian KPK-Polri, kami punya komitmen menyelesaikan kasus ini segera."

Menurutnya, kedua institusi akan mempererat kerjasama dalam pemberantasan korupsi. Kerjasama ini dilakukan dalam rangka menyelesaikan masalah antar institusi. "Sehingga nanti ke depannya tidak lama bisa diselesaikan keseluruhan. Semoga cepat selesai," ujar Badrodin.

Hubungan antara KPK dan Polri belakangan memanas. Kini semua pimpinan lembaga antikorupsi dilaporkan ke Bareskrim Polri. Semua pelaporan terjadi setelah Komisaris Jenderal Budi Gunawan ditetapkan KPK sebagai tersangka. Budi Gunawan sempat menjadi calon tunggal Kapolri yang diajukan oleh Presiden Joko Widodo.

Ia diduga menerima hadiah atau janji selama menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier Deputi Sumber Daya Manusia Polri periode 2003-2006 dan jabatan lainnya di kepolisian.

Kini Presiden telah memutuskan menunjuk Badrodin untuk diusulkan sebagai calon tunggal Kapolri. Badrodin akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan setelah DPR selesai reses. (utd/utd)