Budi Waseso merasa saat ini ia diserang berbagai pihak karena menangani kasus yang melibatkan mantan komisioner KPK Abraham Samad dan Bambang Widjojanto. Ia kerap jadi sasaran tembak kritik dari berbagai kalangan.
Padahal menurutnya, pananganan kasus di Bareskrim pada Samad dan Bambang diklaimnya sudah sesuai prosedur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi menanggapi kritik ini secara santai. Menurutnya, pengusutan dua kasus Samad dan Bambang tersebut adalah bentuk perlindungan dan pengayoman masyarakat dari Polri. Apalagi dua kasus tersebut berasal dari laporan masyarakat.
Selain menjadi target kritik, keberadaan jenderal bintang tiga kini juga menjadi buruan para wartawan untuk menjadi sumber berita. Hal ini diakui Budi sebagai sesuatu yang baru baginya.
Dari semula tidak dikenal karena jarang tampil di media massa, kini wajah Budi kerap menghiasi layar kaca. "Keluarga di kampung bahkan menganggap saya bintang film karena mereka tidak mengerti apa itu Kabareskrim," ujarnya diikuti tawa.
Seolah belum cukup bercanda mengenai statusnya yang mendadak tenar, dia menambahkan, "Orang-orang di kampung saya banyak yang punya foto saya sekarang, seperti artis saja."
Sosok lulusan Akpol 1984 ini memang belakangan ini santer diberitakan media. Bagaimana tidak, begitu dia menjabat sebagai Kabareskrim menggantikan Komisaris Jenderal Suhardi Alius, perkara yang menyangkut para pimpinan KPK datang silih ganti.
Bahkan, pelaporan terhadap Bambang Widjojanto, yang kini berstatus tersangka dan pimpinan KPK non aktif, masuk ke Bareskrim bertepatan dengan prosesi serah terima jabatan Budi, 19 Januari lalu.
Namun, dia menegaskan, tidak ada kriminalisasi yang dilakukan dalam penanganan kasus-kasus tersebut. "Kalau anda tahu ada oknum anggota saya yang melakukan kriminalisasi, silakan lapor langsung kepada saya," ujarnya tegas. (sur)