Sekretaris Fraksi PKB, Muallif Z A, tidak menampik kalau partainya sempat bimbang dengan pilihan hak interpelasi atau hak angket.
"Memang di dunia politik itu dinamis. Artinya kita bisa lihat perkembangan dan punya pertimbangan," kata Muallif saat ditemui di Gedung DPRD, Jakarta, Kamis (26/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disinggung mengenai kemungkinan hak angket malah memperkeruh suasana, Muallif menganggap itu adalah risiko politik yang harus dijalani. Mau tidak mau, pihak eksekutif dan legislatif harus melalui proses-proses hak angket selanjutnya.
Ia pun menyayangkan tidak terbangunnya komunikasi yang baik antara eksekutif dan legislatif. Semestinya, menurut Muallif, sejak wacana angket digulirkan Ahok segera menjalin komunikasi dengan legislatif supaya permasalahan dapat diselesaikan.
Beberapa waktu lalu, Ketua Fraksi PKB Hazbiallah Ilyas menyatakan ketidaksetujuannya terhadap hak angket. Menurutnya, lebih baik mengajukan hak interpelasi karena Gubernur dapat menyampaikan jawabannya atas kisruh Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD 2015 ini. (utd)