Jaya bersama beberapa warga Jakarta terlihat mendatangi rumah dinas Gubernur DKI Jakarta sejak pukul 09.00 WIB, Ahad (1/3). Mereka tidak dapat menemui Ahok lantaran belum ada izin sementara Sang Gubernur diketahui sedang melaksanakan ibadah di sebuah gereja pagi tadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jaya menyatakan, kehadirannya di Rumah Dinas Gubernur Jakarta merupakan inisiatif pribadi. "Kami belum beruntung tidak bisa berjumpa karena ini kami lakukan secara informal dan tidak di koordinir siapapun," kata Jaya.
"Dari dulu kami tahu APBD Jakarta terbesar dan banyak yang bisa dilakukan dengan uang sebesar itu. Banyak bisa dibangun seperti menyediakan fasilitas untuk pedestrian, pengelolaan sampah, keamanan, pembangunan sekolah. Apalagi UPS juga dikatakan beberapa kepala sekolah tidak dibutuhkan sebenarnya," ujar Emmy kepada para wartawan.
Terkuaknya indikasi korupsi dalam perancangan APBD DKI Jakarta 2015 menyadarkan warga untuk mulai mengawal penyusunan APBD di masa mendatang. Warga yang mendatangi Rumah Dinas Gubernur yakin Ahok mampu mengawal penyusunan APBD secara lebih baik.
"Kami membela yang Ahok lakukan, bukan mendukung Ahok secara buta," ujar Anung Karyadi, warga lainnya yang juga mendatangi kediaman Ahok.
Jumlah pendapatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tahun 2015 diketahui mencapai Rp 63,8 triliiun. Jumlah itu diperoleh dari pendapatan asli daerah yang mencapai Rp 45,32 triliun; dana perimbangan Rp 11,4 triliun; dan pendapatan lain-lain Rp 7,07 triliun.
Total jumlah belanja sebesar Rp 67,44 triliun terdiri dari belanja tidak langsung Rp 26,23 triliun dan belanja langsung Rp 41,21 triliun. (rdk)