Hanura Dukung Angket untuk Bidik Oknum DPRD Pemain Anggaran

Abraham Utama, CNN Indonesia | Rabu, 04/03/2015 06:43 WIB
Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto (tengah) disaksikan Ny. Uga Wiranto (kedua kiri), Sekjen Partai Hanura Dossy Iskandar (kiri) dan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura Subagyo HS. (kanan), menyerahkan potongan tumpeng kepada fungsionaris partai Yuddy Chrisnandi (kedua kanan) saat peringatan HUT VIII Partai Hanura di Kantor DPP Partai Hanura, Jakarta, Minggu (21/12). (ANTARA FOTO/Ismar Patrizki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dewan Pengurus Pusat Partai Hanura menyatakan dukungan mereka kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk mengusut dugaan adanya 'dana siluman' dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI Jakarta. Namun, dukungan tersebut tidak disertai dengan penarikan anggota mereka dari penggunaan hak angket.

"Kami senang Ahok membongkar kasus ini. Semoga akan ada banyak manfaat bagi masyarakat Jakarta," kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP Hanura Karna Brata Lesmana, di Jakarta, Selasa (3/3). 

Mengutip perkataan Ketua Umum Hanura Wiranto, Karna mengatakan, partainya dengan tegas mendukung pemberantasan korupsi yang dilakukan Ahok.


Menurutnya, langkah yang diambil Ahok dengan membawa persoalan ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi akan menjadi pembelajaran bagi para pejabat dan anggota di seluruh tingkat pemerintahan supaya tidak menyalahgunakan kepercayaan publik.

"Ahok adalah fenomena. Dia dibutuhkan Indonesia. Kami harap Ahok bergeming dan mengambil tak kebijakan yang transaksional," kata Karna.

Sementara itu terkait hak angket yang akan diajukan DPRD DKI Jakarta kepada Ahok, Karna menuturkan Hanura tidak akan menarik diri. Ia beralasan, jika digunakan secara tepat, penyelidikan tersebut dapat membuka tabir oknum-oknum di Pemprov dan DPRD yang biasa memainkan anggaran daerah.

"Kalau angket dihentikan, malah akan banyak kesimpangsiuran. Ini kan agar masyarakat mengetahui sedetail-detailnya," ucapnya. 

Mengibaratkan hak angket sebagai sebuah pertunjukan film, Karna berkata, jika dihentikan di tengah jalan maka penonton tidak akan pernah mengetahui akhir cerita film itu. (sur)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK