Panglima TNI: Banyak Cara Menggagalkan Eksekusi Bali Nine
Resty Armenia | CNN Indonesia
Rabu, 04 Mar 2015 14:13 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Kemungkinan untuk menggagalkan eksekusi Duo Bali Nine sangat terbuka. Panglima TNI Jenderal Moeldoko menyebut banyak cara untuk menggagalkan eksekusi tersebut. "Banyak cara (menggagalkan eksekusi) itu. Dengan cara memengaruhi keputusan, melalui cara diplomatik, dan seterusnya," kata Moeldoko menjawab CNN Indonesia di Istana negara, Rabu (4/3).
Moeldoko hanya tersenyum ketika diminta untuk menjelaskan apa cara-cara lain untuk menggagalkan eksekusi tersebut. Dalam melakukan pengamanan atas eksekusi Duo Bali Nine tersebut, Moeldoko menyebutkan bahwa TNI hanya memberikan bantuan kepada polisi.
Pengamanan ini jadi fokus utama karena eksekusi harus berjalan lancar. Selain itu, ungkapnya, upaya intelijen TNI terus berjalan. "Prinsipnya enggak boleh gagal. Itu saja," tegasnya.
Sebelumnya TNI mengendus ada potensi upaya penggagalan eksekusi itu. Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI M Fuad Basya mengungkapkan, pengamanan yang dilakukan TNI berdasarkan laporan intelijen. "Laporan intelijen kami menyebutkan, ada potensi yang besar penggagalan eksekusi Bali Nine," katanya saat dihubungi CNN Indonesia.
Fuad menolak menyebutkan dari mana ancaman penggagalan eksekusi Bali Nine tersebut, apakah dari dalam negeri atau pun dari luar negeri. Dia menilai, di era proxy war ini, semuanya saling terhubung dan memengaruhi.
Dalam negeri akan dipengaruhi dan berkaitan dengan kondisi luar negeri pun sebaliknya. "Pengamanan kita lakukan, agar pihak yang hendak menggagalkan eksekusi tahu kalau mereka punya rencana itu dan kita siap dengan segala kemungkinan," ujar Fuad. (hel)
Moeldoko hanya tersenyum ketika diminta untuk menjelaskan apa cara-cara lain untuk menggagalkan eksekusi tersebut. Dalam melakukan pengamanan atas eksekusi Duo Bali Nine tersebut, Moeldoko menyebutkan bahwa TNI hanya memberikan bantuan kepada polisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fuad menolak menyebutkan dari mana ancaman penggagalan eksekusi Bali Nine tersebut, apakah dari dalam negeri atau pun dari luar negeri. Dia menilai, di era proxy war ini, semuanya saling terhubung dan memengaruhi.
Dalam negeri akan dipengaruhi dan berkaitan dengan kondisi luar negeri pun sebaliknya. "Pengamanan kita lakukan, agar pihak yang hendak menggagalkan eksekusi tahu kalau mereka punya rencana itu dan kita siap dengan segala kemungkinan," ujar Fuad. (hel)