Jajaran PNS DKI Jakarta Kompak Dukung Ahok

Donatus Fernanda Putra, CNN Indonesia | Kamis, 05/03/2015 16:14 WIB
Jajaran PNS DKI Jakarta Kompak Dukung Ahok Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebelum rapat mediasi di Gedung Kemendagri, Jakarta, Kamis, 5 Maret 2015. Kementerian dalam negeri melakukan mediasi permasalahan antara pemerintah DKI Jakarta dengan DPRD DKI Jakarta mengenai dana siluman yang terdapat pada RAPBD 2015. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jajaran petinggi PNS kompak menyebut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak mengamuk dalam rapat mediasi antara Pemprov DKI dan DPRD di Kementerian Dalam Negeri siang tadi.

Menurut Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah, Gubernur di akhir pertemuan sedang bertanya benar tidak usulan pengadaan UPS ada dalam rapat pembahasan antara SKPD dengan komisi di DPRD.

"Beliau (Ahok) memang bilang enggak mengusulkan," kata Saefullah di Gedung Kemendagri, Kamis (5/3).


Penjelasan serupa juga disampaikan oleh Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Heru Budi Hartono. Heru mengatakan, insiden kericuhan terjadi rapat mediasi hendak ditutup.

"Beliau (Ahok) nanya, apakah ada (anggaran) yang diluar dari pembahasan di komisi-komisi. Lantas, Pak Gubernur menunjuk contoh pada Wali Kota Jakarta Barat apakah UPS itu ada saat pembahasan di komisi. Ya sudah, sampai disitu sudah ramai, belum dijawab juga sama Wali Kota," kata Heru.

Ditemui terpisah, Ahok membenarkan hal itu. Di akhir rapat dirinya memang sengaja meminta Wali Kota Jakarta Barat, Anas Effendi, untuk berdiri dan menjelaskan benar tidak wilayahnya menganggarkan pembelian UPS itu.

"Nah pas dia (Anas) berdiri, saya sudah senyum-senyum sambil makan kue. Eh anggota DPRD panik marah-marah," kata Ahok.

Itulah yang menurut Ahok menjadi penyebab panasnya suasana di akhir rapat mediasi hari ini. Meski demikian ia tak mau mengatakan secara gamblang apakah saat itu dirinya benar-benar marah atau tidak.

Seperti diketahui, usai rapat mediasi Wakil Ketua DPRD Abraham Lunggana atau Lulung dengan nada keras menuding Ahok telah menekan bawahannya dengan kata-kata kasar untuk tidak memasukkan hasil pembahasan antara SKPD dengan DPRD dalam APBD DKI 2015.

Sementara Ketua Fraksi PKS DPRD, Selamat Nurdin keberatan bila Ahok mengeluarkan kata-kata kasar dalam forum resmi seperti mediasi ini. (pit/pit)