Mantan Ketua Umum Golkar ini mengatakan, saat dirinya menjadi pimpinan parpol, dana yang diterima sekitar Rp2 miliar. Saat itu Golkar punya 126 kursi di DPR.
"Waktu saya jadi Ketum (Golkar), selama satu tahun itu kira-kira terima dana 2 miliar, dan waktu itu anggota dewan dari fraksi Golkar 126 orang," kata JK di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (9/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk diketahui, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengusulkan dana atau anggaran yang dipakai oleh Partai Politik bisa ditanggung oleh Negara.
"Kalau anggaran siap, maka dana yang dipakai parpol bisa ditanggung oleh Negara tentu dengan audit dari BPK," kata Tjahjo di Jakarta, Minggu (8/3).
Sebelumnya, Tjahjo Kumolo mengatakan soal perlunya, dalam jangka panjang, menggulirkan wacana pembiayaan partai politik sebesar Rp 1 triliun yang bersumber dari APBN.
"Political will ini perlu karena partai politik merupakan rekrutmen kepemimpinan nasional dalam negara yang demokratis. Akan tetapi, persyaratan kontrol terhadap partai harus ketat dan transparan," kata Tjahjo yang juga Politisi PDI-P ini, melalui keterangan tertulis, Minggu (8/3). (sur)