BIN Ingin Pastikan Status 16 WNI yang Ditahan di Turki
CNN Indonesia
Kamis, 12 Mar 2015 16:11 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman menyampaikan, pihaknya saat ini tengah dalam proses menunggu kepastian apakah 16 warga negara Indonesia yang ditahan di Turki merupakan orang yang sama dengan 16 WNI yang dinyatakan hilang pada 24 Februari lalu.
"Sampai sekarang belum ketemu apakah yang dilaporkan oleh Turki itu bahwa diduga ada 16 WNI yang dari salah satu biro perjalanan itu atau kelompok yang lain," ujar Marciano di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/3).
Marciano mengatakan pihaknya bersama Kementerian Luar Negeri tengah melakukan pendalaman dan penggalian informasi mengenai identitas ke-16 WNI tersebut.
"Nanti informasi siapa yang ditahan pasti kita akan informasikan ke media," kata dia.
Marciano berpendapat, Turki memang menjadi salah satu pintu masuk bagi orang-orang dari seluruh dunia yang ingin bergabung menjadi jihadi Islamic State of Iran and Syria (ISIS).
"Tidak hanya oleh Indonedia, tapi juga oleh negara-negara lain untuk mereka menuju Suriah," ujar dia.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Turki baru saja menahan 16 WNI dari tiga keluarga yang mencoba untuk menyeberang ke Suriah. Mereka datang ke Istanbul, Turki, pada 24 Februari lalu bersama dengan biro perjalanan resmi bernama Smailing Tour, lalu sempat dinyatakan hilang setelah memisahkan diri dari kelompok dan tak kembali.
Marciano mengatakan pihaknya bersama Kementerian Luar Negeri tengah melakukan pendalaman dan penggalian informasi mengenai identitas ke-16 WNI tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Marciano berpendapat, Turki memang menjadi salah satu pintu masuk bagi orang-orang dari seluruh dunia yang ingin bergabung menjadi jihadi Islamic State of Iran and Syria (ISIS).
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Turki baru saja menahan 16 WNI dari tiga keluarga yang mencoba untuk menyeberang ke Suriah. Mereka datang ke Istanbul, Turki, pada 24 Februari lalu bersama dengan biro perjalanan resmi bernama Smailing Tour, lalu sempat dinyatakan hilang setelah memisahkan diri dari kelompok dan tak kembali.