Batu Akik Menteri Yasonna, Pemberian Napi hingga Jaksa Agung

Aghnia Adzkia, CNN Indonesia | Sabtu, 14/03/2015 14:21 WIB
Batu Akik Menteri Yasonna, Pemberian Napi hingga Jaksa Agung Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memperlihatkan koleksi batu akiknya. Ia gemar mengenakan cincin batu akik di jemari kedua tangannya. (CNN Indonesia/Aghnia Adzkia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wajah hukum dan politik dalam negeri sedang carut marut. Setelah perseteruan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri yang memanas sejak pencalonan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri, polemik dualisme sejumlah partai politik juga terus mengemuka.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly adalah orang yang paling disibukan dengan situasi itu. Di tengah prahara itu, Yasonna masih bisa tersenyum jika mendiskusikan soal batu akik. Sambil duduk di sebuah kursi putih di kantornya, Jumat petang (13/3), Yasonna sedang menggebu-gebu berbicara soal remisi dan pembebasan bersyarat. Di sela pembicaraan, dia sempat melirik jari manis kanannya.

Rupanya sebuah cincin batu akik yang menempel di jari manis tangan kanannya bergeser sedikit, tak seperti posisi semula. Yasonna dengan gesit membenarkan posisi cincin. Di tangan kirinya juga nampak sebuah batu mulia warna biru dan sebuah cincin kawin bersanding di dua jarinya.


Usai berbincang soal remisi, CNN Indonesia sempat menanyakan ihwal cincin yang dikenakan Yasonna. Sembari tertawa renyah, dia berkisah soal cincin-cincin yang menghiasi jari tangannya setiap hari.

"Kamu harus tahu sejarahnya. Kalau ini akik. Saya ke Kalimantan, woh, cantik punya, ini kecubungnya. Kecubung Kalimantan," ceritanya kepada CNN Indonesia disertai tawa.

Cincin kecubung itu berwarna ungu dan berbentuk lonjong dengan cangkang berwarna emas. Selain cincin kecubung ungu, Yasonna memiliki cincin lainnya. Cincin akik pertama yang dia peroleh di Nusakambangan saat melawat para narapidana.

"Waktu pergi ke Nusakambangan, saya melihat napi di situ yang dibina oleh Bob Hasan membuat batu akik. Dia kasih kepada saya. Saya bilang tidak mau dikasih, saya beli, nanti gratifikasi. Sesudah itu saya lihat, kok tambah mantap juga," tutur Yasonna tetap dengan tawanya memandangi sang cincin.

Sejak saat itu, pria asal Nias ini mulai keranjingan batu akik. Sejumlah batu dia beli ketika berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan. "Saya ke Lapas di Palangkaraya. Dikasih lagi (cincin) Red Borneo, wah besar sekali itu, kaya dukun punya. Warnanya merah, pink," ceritanya, lagi-lagi dengan tawa.

Dia juga menyempatkan waktu berkunjung ke sebuah toko untuk membeli batu akik lain. Sejumlah kerabat dekat juga memberinya cincin. "Itu bacan berwarna hijau, dikasih Jaksa Agung Prasetyo. Saya kasih sedikit uang (ke Pak Prasetyo) supaya jangan gratifikasi," katanya.

Suami Elisye Widya Ketaren ini juga mendapat cincin batu akik dari saudara iparnya yang juga mengoleksi batu. Alhasil, kini Yasonna memiliki tujuh buah cincin akik.

Setiap hari, pria berbintang Gemini ini selalu mengganti cincin di tangan kanannya.  Sembari bercanda, dia memberi tahu alasannya. "Tengok harinya, tanya dukunnya dulu, hahaha," gurau Yasonna.

Selain batu akik, pria berusia 61 tahun ini juga gemar mengenakan cincin batu safir dan cincin kawin di tangan kirinya. "Ini dan ini wajib di sini. Supaya saya ingat selalu istri saya dan ingat anak saya," ujarnya.

Cincin batu safir dia beli untuk istrinya sebagai hadiah lantaran melahirkan anak bungsu seorang laki-laki di Amerika Serikat. "Tahun 1994, belinya di Kanada. Bentuknya cincin perempuan tapi dia (istri) agak kurang pas (pakai), akhirnya saya bentuk kotak begini. Ini tidak boleh ditinggal," katanya.

Meski tak banyak memiliki cincin seperti Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Yasonna mengaku cincinnya memiliki kenangan tersendiri. Bagi Yasonna, batu akik bukan hanya tentang sebuah batu indah yang diperebutkan banyak orang tetapi juga yang mengingatkan dirinya pada keluarga, kerabat, dan kolega. (pit)