Usai Dipanggil Presiden, Komisioner KPK akan Temui DPR

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Senin, 16/03/2015 10:58 WIB
Usai Dipanggil Presiden, Komisioner KPK akan Temui DPR Taufiequrachman Ruki (kanan), Johan Budi (kiri) dan Indriyanto Seno Adji (belakang) sebelum dilantik sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Pimpinan KPK di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 20 Februari 2015. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelaksana tugas (Plt) Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi akan menyambangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) siang ini. Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah mengatakan pertemuan ini, salah satunya untuk mendengarkan apa yang dihadapi oleh KPK menghadapi polemik yang terjadi saat ini.

"Kami ingin dengar apa yang dirasakan KPK menghadapi masalah-masalah ini. Kami juga pimpinan DPR akan memberikan masukan," ujar Fahri di Geudng FPR, Jakarta, Senin (16/2).

Lebih lanjut, Fahri mengungkapkan masukan yang akan diberikan adalah agar para Plt pimpinan KPK dapat melihat langsung ke akar masalah yang terjadi. Menurutnya, dengan cara seperti itu, masalah-masalah dan kasus seperti benturan antar lembaga negara tidak akan tejadi lagi.


"Kalau (Plt pimpinan KPK) berani melihat hal itu, seperti kriminalisasi dan benturan antara lembaga negara tidak akan terjadi lagi. Tapi kalau tidak berani, jadinya begitu-begitu saja," tegasnya.

Kendati demikian, dia mengaku belum mengetahui siapakah inisiator dari pertemuan tersebut. "Saya belum lihat suratnya. Ya kami selaku pimpinan DPR menerima saja, dalam pengertian kelembagaan dan pimpinan," ujar Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera ini.

Pada saat ini, tiga Komisioner KPK yakni Taufiequrachman Ruki, Zulkarnaen dan Johan Budi tengah menghadap Presiden Joko Widodo. Mereka mengatakan pertemuan tersebut dilakukan atas dasar panggilan Presiden Jokowi.

Lebih lanjut, Johan sempat mengatakan, pemberian remisi kepada pelaku kejahatan luar biasa termasuk koruptor menjadi salah satu hal yang akan dibicarakan dalam pertemuan tersebut. (meg/meg)