"Tidaklah benar, pelajar Indonesia di Turki terlibat atau membantu secara aktif maupun pasif warga negara Indonesia yang ingin bergabung dengan ISIS," tulis pernyataan PPI Turki yang diterima CNN Indonesia, Selasa (17/3). Pernyataan itu ditandatangani oleh Ketua Umum PPI Turki M. Rizki Noviyanto dan Sekretaris Umum Fauzi Ahmad.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pernyataan itu disebutkan pula kondisi Turki masih aman dan kondusif untuk belajar dan wisata. Pelajar Indonesia di sana tetap melakukan aktivitas seperti biasa. "Keluarga maupun kerabat tidak perlu khawatir."
Sebelumnya, Mabes Polri telah menangkap empat warga asing berpaspor Turki yang kemudian diketahui palsu pada akhir 2014 lalu. Mereka terlibat langsung dalam keberangkatan warga Indonesia yang hendak bergabung dengan ISIS.
Mabes Polri juga menyebutkan, ada kaitan antara ISIS dengan teroris di Poso. Para utusan ISIS langsung datang ke kantong-kantong yang dinilai sejalan dengan mereka untuk direkrut dan diberangkatkan ke Suriah. Poso menjadi salah satu kantong tersebut.