RI akan Blokir Video Pelatihan Anak ISIS Berbahasa Indonesia

Rinaldy Sofwan Fakhrana, CNN Indonesia | Rabu, 18/03/2015 14:09 WIB
RI akan Blokir Video Pelatihan Anak ISIS Berbahasa Indonesia Bocah ISIS dari Prancis. (Dok. Site)
Jakarta, CNN Indonesia -- Markas Besar Kepolisian RI akan segera memblokir video yang menampilkan gambar anak-anak ISIS dilatih berperang dan menggunakan senapan. Dialog antara orang dewasa selaku pelatih dan anak yang dilatih dalam video itu dilakukan dalam Bahasa Indonesia. Hal itu memicu kekhawatiran publik tanah air.

“Kami akan kerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memblokir situs yang menyebarkan video itu,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (18/3).

Penyebaran video ISIS tersebut, ujar Rikwanto, termasuk tindak pidana yang harus ditindak tegas. "Itu propaganda, sama seperti yang dilakukan di wilayah konflik seperti Nigeria, Vietnam dan Palestina,” kata dia.


Menurut Rikwanto, Pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik melarang penyebaran informasi dan/atau dokumen elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti orang.

Kepolisian saat ini sedang menelusuri video kontroversial tersebut melalui analisis Teknologi Informasi, yakni dengan melihat pakaian, senjata, bangunan, dan orang-orang yang ditampilkan dalam video tersebut.

"Itu belum tentu di Indonesia. Bisa saja di luar negeri. Kami lakukan analisa mendalam untuk melihat di mana video dibuat dan siapa anak-anak yang ditampilkan," ujar Rikwanto.

Video berdurasi dua menit yang menunjukkan sekelompok anak dididik ala militan ISIS itu beredar luas di internet. Anak-anak itu terlihat diajari menggunakan senjata, bongkar pasang senapan, bela diri, dan lain-lain.

Di tengah video, seorang anak yang sedang mengikuti pelatihan militan itu ditanyai oleh orang dewasa yang melatihnya, “Menembak bisa?” “Bisa,” jawab si anak.

“Bongkar pasang AK (senapan AK-47) bisa?” tanya pelatihnya lagi. “Bisa,” jawab si anak dengan mantap.

Polri sebelumnya menyatakan Indonesia menjadi negara target rekrutmen ISIS. Kelompok radikal itu bukan hanya menyasar orang dewasa untuk diajak bergabung, tapi juga anak-anak. (agk/agk)