Kali Ini Lulung Salah Ucap 'Giant Sea Wall' Jadi 'Giant Sall'

Lalu Rahadian, CNN Indonesia | Kamis, 19/03/2015 21:08 WIB
Kali Ini Lulung Salah Ucap 'Giant Sea Wall' Jadi 'Giant Sall' Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham ‘Lulung’ Lunggana (kanan) bersama Muhammad Taufik, saat memberikan keterangan terkait rapat mediasi antara Gubernur DKI Jakarta dengan DPRD yang berakhir ricuh, Jakarta, Kamis, 6 Maret 2015. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono.
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PPP Abraham 'Lulung' Lunggana kembali salah mengucapkan kata saat diwawancarai oleh para wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (19/3). Saat hendak menyebutkan istilah 'Giant Sea Wall', Lulung terdengar sempat salah mengucapkan kata 'Giant Sall' di hadapan para juru berita yang menghampirinya.

Pada awalnya, Lulung bermaksud untuk menjelaskan adanya beberapa item yang tidak sesuai dengan hasil pembahasan APBD bersama Pemprov dan DPRD dalam draf APBD 2015 hasil evaluasi Kemendagri. Ketika ia hendak menjelaskan permasalahan Giant Sea Wall, salah ucap pun kembali ia lakukan.

"Jadi itu Giant Sall. Eh apa," ujar Lulung di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (19/3).


"Giant Sea Wall," ujar para wartawan serentak langsung membenarkan perkataan Lulung.

"Iya, Giant Sea Wall kan sudah dihapus (saat pembahasan APBD antara Pemprov dengan DPRD DKI Jakarta)," lanjut Lulung menjelaskan.

Sadar akan ucapannya yang salah, politisi yang juga menjadi pengusaha di daerah Tanah Abang, Jakarta, itu pun langsung memberikan penjelasan kepada para wartawan. Menurut Lulung, kelelahan dan sakit yang ia derita menjadi penyebab adanya kesalahan dalam mengucapkan kata Giant Sea Wall saat wawancara tadi.

"Giant Sea Wall, nanti, wah (muncul pandangan di masyarakat) 'Giant Sea Wall aja kagak bisa ngomong, tuh'. Kan, kalau kecapekan orang bisa begitu, kan, salah-salah kata," kata Lulung berdalih.

Tercatat ini adalah kali kedua Lulung salah mengucapkan kata saat diwawancarai oleh para wartawan, setelah sebelumnya ia sempat salah mengucapkan kata UPS menjadi USB seusai proses mediasi dilakukan oleh Kemendagri terhadap Pemprov dan DPRD DKI Jakarta, Kamis (5/3) silam.

"Hey, kamu jelaskan bahwa kamu tidak mengusulkan pembelian USB!" kata Lulung dengan penuh emosi, menirukan ucapan Ahok saat rapat mediasi, Kamis (5/3) silam.

"UPS, Pak, UPS," kata para pewarta coba meralat ucapan politisi PPP itu.

"Hah apa? Iya UPS," sambung Lulung saat itu. (obs/obs)