Kepala Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Anton Charliyan menyatakan Chep Hernawan tak mungkin melakukan memberangkatkan lebih dari 100 WNI ke Suriah. Menurut Anton, Polri telah mengantongi profil Chep dan hal itu tak sesuai dengan pengakuannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Tak ada indikasi dia bisa memberikan donasi kepada (WNI yang berangkat bergabung dengan) ISIS dengan sumber pendapatannya. Dia mengada-ada, hanya mencari sensasi,” kata Anton.
Kamis kemarin (19/3), Anton mengatakan institusinya akan memeriksa Chep Hernawan. "Pasti kami periksa, terutama kalau orang yang ia berangkatkan udah mengikuti jaringan teroris," kata dia. "Orang" yang dimaksud Anton itu ialah Bachrumsyah, salah satu WNI yang diakui Chep ia berangkatkan ke Suriah. (Baca: Lacak Bachrumsyah, Polri akan Periksa Chep Hernawan)
Chep Hernawan mengaku telah memberangkatkan 100 lebih orang ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS, termasuk Bachrumsyah, WNI yang sudah bergabung dengan ISIS dan videonya sempat beredar. Di video itu, Bachrumsyah memakai nama Abu Muhammad al Indonesi.
“Bachrumsyah masih berkomunikasi (dengan saya). Hingga Februari lalu, katanya dia sehat dan kini di garis depan,” kata Chep saat ditemui CNN Indonesia di kediamannya, Cianjur, Rabu (18/3).
Menurut Chep, Bachrumsyah yang ia berangkatkan sekitar April 2014 itu kini telah menjadi sosok pemimpin kelompok di ISIS. Bachrumsyah disebut Chep memegang kendali cukup penting di ISIS. (agk)