“Yang ada di Indonesia ialah aktor-aktor lama, kelompok radikal lama yang sebelumnya memang sudah ada. Mereka sempat ‘tenggelam’, namun ketika muncul ISIS, mereka berafiliasi dengan ISIS, baik dari segi pemikiran atau dukungan untuk bergabung,” kata Mahfudz kepada CNN Indonesia, Jumat (20/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indikasi masuknya paham ISIS ke Poso terlihat dari ditangkapnya empat warga asing yang memegang paspor Turki palsu oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror pada 13 September 2014. (Baca: Empat Warga Berpaspor Turki di Poso Terlibat ISIS)
Mahfudz pun meminta pemerintah untuk mengontrol lebih ketat arus warga yang keluar-masuk Indonesia. Ia meminta seluruh pintu masuk RI dijaga dan diidentifikasi, baik lewat jalur darat, air, maupun udara.
Pemerintah juga diminta melakukan pemetaan arus warganya agar tahu lokasi yang menjadi tujuan mereka meninggalkan RI, dan lokasi dari mana mereka datang sebelum kembali ke RI, juga berapa jumlah warga yang bolak-balik melalui rute itu.
Begitu masa reses DPR berakhir pekan depan Komisi I DPR yang mengawasi pertahanan, luar negeri, dan intelijen berencana menggelar rapat dengan pemerintah untuk membahas mendalam soal ISIS. (agk)