"Saat ini sedang menjalani pembinaan di Bambu Apus, dibantu BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Teror) juga untuk deradikalisasi," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Komisaris Besar Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta, Senin (30/3).
Ketika ditanyai apakah proses deradikalisasi dibutuhkan karena pemahaman mereka terganggu, Rikwanto menampik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika setelah menjalani pembinaan dan dievaluasi para WNI dianggap sudah bisa kembali bersosialisasi, maka mereka akan segera dipulangkan ke kampung halamannya.
Menurutnya, ke-12 WNI tersebut sudah dipindahkan ke rumah sosial sejak Sabtu (28/3). Mereka tiba di Indonesia dua hari sebelumnya dan langsung diperiksa di Mako Brimob.
Setelah didalami, ternyata ke-12 WNI tidak terbukti melakukan tindak pidana. Motifnya berangkat ke Suriah, menurut Rikwanto, hanya untuk mengikuti kepala keluarganya yang sudah lebih dulu berada di sana.
"Mereka difasilitasi oleh orang-orang yang kemarin sudah ditangkap," kata Rikwanto. Pekan lalu, Detasemen Khusus 88 Antiteror telah menangkap delapan orang terduga perwakilan Iraq dan Syria Islamic State atau ISIS yang memberangkatkan WNI ke Suriah.. (pit)