Jumlah Bioskop di Indonesia Jauh dari Angka Minimum

Resty Armenia, CNN Indonesia | Selasa, 31/03/2015 02:19 WIB
Jumlah Bioskop di Indonesia Jauh dari Angka Minimum Film and Art Celebration (FILARTC) 2015, program untuk menyambut Hari Film Nasional diselenggarakan mulai Jumat (27/3) sore hingga Minggu (29/3) di kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat. (CNN Indonesia/Rahmi Suci)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo menyebutkan bahwa jumlah bioskop di Indonesia masih jauh dari angka normal. Saat ini, ungkap Sang Kepala Negara, terdapat sekitar 1.000 gedung bioskop untuk mencukupi kebutuhan sebuah negara dengan total penduduk sekitar 240 juta.

"Normalnya 5.000 hingga 6.000. Berarti masih kurang sekitar 4.000," ujar Jokowi dalam sambutan acara Peringatan Hari Film Nasional di Istana Negara, Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (30/3).

Ia bercerita, pada saat dirinya kecil dulu, ada tiga macam tempat menonton film. "Ada yang elit, ada yang rakyat, dan ada yang misbar (gerimis bubar, layar tancap di ruang terbuka). Kalau saya nontonnya di rakyat," kata dia.


"Saat itu saya ingat nonton film anak Si Buta Dari Gua Hantu. Kemudian agak gede lagi nonton yang sudah remaja, seperti Gita Cinta Dari SMA, Puspa Indah Taman Hati," ujarnya bercerita.

Namun, Jokowi mengaku sedikit kecewa karena saat ini hanya ada satu macam tempat menonton film, yakni bioskop yang berada di mall-mall besar. "Yang dua tidak ada," kata dia.

Oleh karena itu, Presiden menekankan agar Badan Ekonomi Kreatif (BEK) dan kementerian terkait mampu memperbaiki kekurangan tersebut, dengan menambah jumlah gedung bioskop yang mampu diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Nanti industri perfilman bisa dibantu dengan insentif pemerintah, bisa insentif pajak, dan lain-lain. Karena tugas pemerintah untuk memberi dorongan. Kita punya pasar yang sangat besar sekali," kata dia.

Jokowi tidak mau industri film Indonesia dikuasai asing. "Jangan sampai industri kita yang tidak menguasai pasar, tapi malah entah film Holywood, Bolywood, Korea, Jepang yang justru menguasai pasar," ujar dia.

Jokowi menutup sambutannya dengan mengajak masyarakat untuk lebih menghargai film-film hasil karya sineas Indonesia.

"Pada kesempatan yang baik ini saya mengajak rakyat Indonesia. Sebelum nonton film dari luar, nonton terlebih dahulu film-film Indonesia. Terakhir, ayo nonton film Indonesia!" kata dia berseru.

Acara ini dipandu oleh aktor Reza Rahardian. Beberapa menteri Kabinet Kerja, seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Menteri Pariwisata Arif Yahya, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.

Hadir pula para sineas terkenal seperti Tio Pakusadewo, Christin Hakim, Dian Sastrowardoyo, Arifin Putra, Oka Antara, Chiko Jerrico, dan lain sebagainya.

Ketika berita ini ditulis, Presiden beserta undangan tengah asyik menikmati film karya anak bangsa, Cahaya Dari Timur. (pit/pit)