Di Balik Penunjukan Putra Hendropriyono Jadi Stafsus Menteri

Megiza, CNN Indonesia | Kamis, 02/04/2015 18:12 WIB
Di Balik Penunjukan Putra Hendropriyono Jadi Stafsus Menteri Diaz Hendropriyono di Kantor CNN Indonesia, Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Diaz Hendropriyono, putra mantan Kepala Badan Intelijen Negara AM Hendropriyono, ternyata tak hanya duduk sebagai Komisaris PT Telkomsel. Dia juga menjadi Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno. Diaz menjabat Stafsus Bidang Intelijen, posisi yang cukup penting dan strategis.
 
Dalam perbincangannya dengan CNN Indonesia, Rabu (1/4), Diaz mengatakan jabatan Stafsus Intelijen Menkopolhukam tersebut ditawarkan langsung Menteri Tedjo kepada dia. Namun, ujarnya, dia tak pernah minta posisi apapun kepada sang menteri.

Jabatan Stafsus itu sesungguhnya telah diemban Diaz sebelum dia ditunjuk menjadi Komisaris PT Telkomsel. “Saat itu saya hanya ditawari untuk membantu (Menteri Tedjo), dan kebetulan saya sedang pengangguran karena tugas di Rumah Transisi sudah selesai,” kata dia.
 
Diaz memang salah satu tim sukses Jokowi di Rumah Transisi. Ia juga pendiri Kawan Jokowi –organisasi nonparpol yang bekerjasama dengan berbagai kelompok relawan pendukung Jokowi dalam kampanye Pemilu Presiden 2014.
 
Meski demikian, Diaz menolak disebut orang Jokowi karena dia merasa lebih dekat dengan kader NasDem ketimbang PDIP selama masa kampanye. “Waktu di Rumah Transisi, teman saya lebih banyak di NasDem daripada PDIP. Sebelum Pak Tedjo jadi menteri, saya pun sudah sering tukar pikiran dengan beliau, bicara soal bangsa. Setelah beliau dipilih jadi menteri, kami ketemu lagi dan menawari (posisi stafsus),” ujar Diaz.
 
Ia tak menampik banyak orang-orang di Rumah Transisi atau relawan Jokowi lain yang saat ini mendapat posisi penting di pemerintahan. Itu pula yang membuat Jokowi disebut membawa dan mengumpulkan orang-orangnya di lingkaran pemerintahan. ‘Orang-orang’ Jokowi itu tak hanya mendapat kursi menteri atau staf presiden, tapi juga jabatan strategis di BUMN–seperti Diaz.
 
Menurut Diaz, pemilihan orang-orang yang terlibat di Rumah Transisi di pemerintahan merupakan hal alamiah. Pasalnya, selama empat bulan mereka menghabiskan waktu bersama-sama. Dari situlah lahir kepercayaan antara Jokowi dengan orang-orang  di Rumah Transisi.
 
“Empat bulan bersama, banyak interaksi, hubungan jadi dekat. Itu natural,” ujar Diaz.
 
Namun, kata Diaz, pemilihan orang-orang Rumah Transisi untuk menempati posisi strategis di pemerintahan bisa menjadi kesalahan apabila mereka dipilih hanya berdasarkan kedekatan tanpa memiliki kompetensi di bidang yang akan ditangani.
 
“Selama ini, yang dipilih menjadi staf khusus saya kira orang-orang yang baik,” kata dia.

Sebagai Staf Khusus Menkopolhukam, Diaz tercatat pernah duduk sebagai anggota Dewan Analis Strategis Bidang Ekonomi BIN periode April-Desember 2012, dan anggota Dewan Analis Strategis Bidang Luar Negeri BIN sejak Januari 2013 hingga sekarang.


(agk/agk)