Badrodin: Satu Teroris Poso Tewas, Pengejaran Masih Dilakukan
Hafizd Mukti | CNN Indonesia
Sabtu, 04 Apr 2015 00:15 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Badrodin Haiti membenarkan jika Datasemen Khusus 88 Antiteror terlibat baku tembak di wilayah Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Jumat (3/4) petang dengan jaringan teroris Poso yang dipimpin oleh Santoso.
"Tadi sore ada kontak senjata jam 03.30 di Parigi. Satu orang teroris tewas," kata Badrodin kepada CNN Indonesia, Sabtu (4/4) dini hari.
Menurutnya satu orang tewas sampai saat ini belum bisa teridentifikasi, sedangkan belasan teroris lain tersudut ke wilayah pegunungan Sakina Jaya dengan membawa senjata laras panjang.
"Satu tewas belum bisa kita identifikasi, pagi ini akan kami identifikasi segara."
Hingga pergantian hari, Densus 88 terus melakukan penyisiran dan mendapat tambahan personil dari kota Poso, lantaran Poso kini telah dijaga oleh pihak TNI yang tengah melakukan latihan gabungan.
"Yang di Poso ada latihan TNI, kami tidak ikut di pelatihan sehingga kami tarik pasukan ke Parigi. Poso kota telah diamankan TNI, kami lakukan pengejaran, sampai sekarang."
Badrodin mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum merasa perlu untuk mengirimkan pasukan bantuan dari Mabes Polri. "Jika perlu akan kami tambah, tapi belum ada rencana penambahan pasukan," ujarnya. (pit/pit)
"Tadi sore ada kontak senjata jam 03.30 di Parigi. Satu orang teroris tewas," kata Badrodin kepada CNN Indonesia, Sabtu (4/4) dini hari.
Menurutnya satu orang tewas sampai saat ini belum bisa teridentifikasi, sedangkan belasan teroris lain tersudut ke wilayah pegunungan Sakina Jaya dengan membawa senjata laras panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga pergantian hari, Densus 88 terus melakukan penyisiran dan mendapat tambahan personil dari kota Poso, lantaran Poso kini telah dijaga oleh pihak TNI yang tengah melakukan latihan gabungan.
Badrodin mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum merasa perlu untuk mengirimkan pasukan bantuan dari Mabes Polri. "Jika perlu akan kami tambah, tapi belum ada rencana penambahan pasukan," ujarnya. (pit/pit)